Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Meningkatkan produktivitas dan keahlian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Kalabahi melalui pelatihan kerja bersertifikat.

Deklarasi Janji Kinerja Tahun Berjalan

Komitmen seluruh jajaran Lapas Kelas IIB Kalabahi menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Layanan Kunjungan Tatap Muka

Memberikan pelayanan prima dan humanis bagi keluarga Warga Binaan dengan tetap menerapkan standar operasional prosedur yang berlaku.

Razia Rutin Blok Hunian

Mendeteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas serta mewujudkan Zero Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba).

Pembinaan Kerohanian WBP

Pemenuhan hak ibadah bagi Warga Binaan Pemasyarakatan untuk membentuk mental dan spiritual yang lebih baik.

Kamis, 13 April 2023

PEDULI WARGA BINAAN, LAPAS KALABAHI SERAHKAN 50 UNIT KASUR PENGADAAN DITJENPAS



Kalabahi_Kamis (13/04/23) Sebagai wujud kepedulian terhadap warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kalabahi menyerahkan 50 unit kasur pengadaan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas).

50 unit kasur tersebut diserahkan oleh Staf Perawatan, Andryan H. Kolly, Alfa M. Sitama, dan Maria Liftin Laja didampingi Kasubsi Perawatan, Sepreni A. Malote serta dipantau langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kalabahi, Yusup Gunawan. Hal ini menjadi atensi langsung Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTT, Marciana D. Jone.

Saat memantau pelaksanaan penyerahan kasur kepada 50 orang warga binaan, Kalapas Kalabahi, Yusup Gunawan kepada Humas Lapas Kalabahi menyampaikan bahwa 50 unit kasur yang diserahkan merupakan pengadaan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang kedua kalinya karena sebelumnya menurut Yusup, Ditjenpas telah mengadakan 100 unit kasur untuk Lapas Kelas IIB Kalabahi di tahun 2020.




"Dengan adanya penambahan kasur sebanyak 50 unit ini, maka seluruh warga binaan Lapas Kalabahi sudah dapat menggunakan kasur masing-masing. Kasur-kasur yang pengadaan 2020 juga masih sangat bagus sama seperti pengadaan Ditjenpas tahun ini," ujar Yusup.

Selanjutnya, Yusup mengimbau agar seluruh warga binaan dapat menggunakan kasur-kasur yang diberikan secara baik dan meminta mereka untuk rajin membersihkan kasur serta kamar masing-masing agar terhindar dari berbagai penyakit kulit dan lain-lain.

"Saya harap saudara-saudara dapat bertanggungjawab dengan kasurnya masing-masing dan menjaga kebersihannya serta kebersihan kamar agar terhindar dari berbagai penyakit kulit dan lain-lain.  Di samping itu, saudara-saudara juga wajib menjaga fisiknya agar tidak gampang rusak. Pemerintah sudah memberikan perhatian yang lebih kepada saudara-saudara untuk memenuhi seluruh kebutuhan saudara-saudara. Mohon untuk dihargai pemberian yang mulia ini," pungkas Yusup. (Humas_AN)
 

Rabu, 12 April 2023

LAPAS KALABAHI MULAI BANGUN GAZEBO DI LAHAN SAE SEBAGAI SPOT WISATA KEBUN



Kalabahi_Rabu (12/04/23) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kalabahi mulai membangun gazebo seluas 100 m2 di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) warga binaan sebagai spot wisata kebun. Lokasinya terletak di daerah Kadelang Kelurahan Kalabahi Timur, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor.

Pembangunan gazebo ini dipantau langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kalabahi, Yusup Gunawan.

Dalam pemantauannya, kepada Humas Lapas Kalabahi, Yusup menyampaikan bahwa pembangunan gazebo di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi yang seluas 1.5 hektar ini akan diperuntukkan bagi warga binaan maupun pengunjung.

"Gazebo yang dibangun ini, diperuntukkan bagi warga binaan maupun pengunjung. Di sini warga binaan dapat beristrahat sejenak selama bekerja di kebun. Begitupun dengan pengunjung, mereka datang berbelanja hasil pertanian sambil menikmati pemandangan kebun dengan beristrahat sejenak di dalam gazebo," ujar Yusup.



Yusup juga menyampaikan bahwa selain bermanfaat sebagai tempat istrahat, gazebo juga akan dibuat berbentuk kafe yang dapat menghidangkan berbagai macam makanan dan minuman.

"Gazebo ini akan kami bangun berbentuk kafe yang nantinya menyediakan berbagai makanan dan minuman kecil-kecilan. Selain warga binaan yang kami latih, kami juga membuka peluang bagi pegawai maupun pengusaha UMKM yang ingin berjualan di sini. Kalau sudah demikian, maka lahan pertanian ini tidak hanya sebagai Sarana Asimilasi dan Edukasi bagi warga binaan maupun masyarakat, tetapi juga menjadi agrowisata yang lengkap dengan fasilitasnya karena di dalam kebun ini tersedia semua tanaman holtikultura dan kafe. Sekarang pagar kelilingnya sudah jadi, bagian dalamnya sudah secara bertahap kami tata dengan baik, dan isinya sudah ada berbagai macam tanaman mulai dari sayur mayur sampai pada berbagai macam bunga. Saya yakin hal ini akan dapat meningkatkan premi warga binaan dan setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)," tuturnya.

Lebih lanjut, Yusup menjelaskan bahwa gazebo ini dibangun oleh narapidana asimilasi yang sangat menguasai bidang pertukangan serta dikawal oleh Petugas Kegiatan Kerja atas nama Markus D. K. Lawang. Proses pembangunan gazebo akan berlangsung paling cepat 1 bulan dan paling lama 2 bulan tergantung dengan keadaan cuaca.

Diakhir penyampaiannya, Yusup mengimbau warga binaan yang sedang mengerjakan gazebo agar dapat bekerja dengan penuh kehati-hatian agar terhindar dari kecelakaan. Begitu juga dengan Petugas pengawal, Yusup minta agar dapat mengawasi proses pembangunan gazebo secara baik dan cermat serta penuh kewaspadaan. (Humas_AN)






 

Sabtu, 08 April 2023

JELANG PASKAH, WARGA BINAAN KRISTEN LAPAS KALABAHI GELAR IBADAH SABTU SUNYI


Kalabahi_Sabtu (08/04/23) Menjelang Hari Raya Paskah yang akan dilaksanakan pada Minggu, 09 April 2023, seluruh warga binaan Kristen Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kalabahi menggelar ibadah Sabtu Sunyi.

Ibadah ini diikuti juga oleh pegawai beragama Kristen dan dilaksanakan di Gedung Gereja Zoar Lapas Kelas IIB Kalabahi dengan rangkaian ibadah singkat dan dilanjutkan dengan nonton bersama film The Passion of The Christ yang menceritakan tentang penderitaan atau kesengsaraan Yesus Kristus di kayu salib, penebusan, dan keselamatan.

Ibadah Sabtu Sunyi atau yang dikenal dengan ibadah Pra Paskah adalah hari terakhir dalam pekan suci yang dirayakan sebagai persiapan perayaan Paskah. Sabtu Sunyi merupakan momen dimana umat Kristen merayakan dan merenungkan kematian Kristus di kayu salib dan penguburan-Nya sebelum kebangkitan-Nya pada hari Minggu Paskah.



Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kalabahi, Yusup Gunawan  menyampaikan bahwa rangkaian ibadah perayaan Jumat Agung sampai pada ibadah perayaan Paskah yang akan dilaksanakan besok oleh warga binaan Lapas Kelas IIB Kalabahi selalu dipantau oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTT, Marciana D. Jone.

Yusup mengatakan bahwa selama pemantauannya, ia melihat bahwa seluruh warga binaan Lapas Kelas IIB Kalabahi yang beragama Kristen mengikuti ibadah dengan aman, lancar, dan tertib serta menjadikan ibadah tersebut sebagai momen untuk merefleksi diri.

"Saya melihat bahwa warga binaan Kristen Lapas Kalabahi mengikuti ibadah dengan aman, lancar, dan tertib. Mereka benar-benar menjadikan ibadah Jumat Agung, Sabtu Sunyi dan kemudian besok ibadah Paskah sebagai momen untuk mereka merefleksi diri. Momen untuk perenungan dan mengingat kembali bagaimana besarnya kebaikan Tuhan bagi mereka. Mudah-mudahan momen ini dapat membuat mereka sadar akan segala perbuatan yang telah mereka lakukan dan kembali ke masyarakat, mereka dapat berbuat baik dan tidak melakukan tindakan pelanggaran hukum," pungkas Yusup. (Humas_AN)

 

Kamis, 06 April 2023

MAKNAI HBP KE-59, JAJARAN LAPAS KALABAHI BERZIARAH DAN TABUR BUNGA KE TMP MALUA GALIAU ALOR




Kalabahi_Kamis (06/04/23) Untuk memaknai Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-59 Tahun 2023, jajaran Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kalabahi berziarah dan tabur bunga ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Malua Galiau Kabupaten Alor.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kalabahi, Yusuf Gunawan selaku Inspektur Upacara.

Upacara ziarah dan tabur bunga ini tidak hanya dilaksanakan oleh jajaran Lapas Kelas IIB Kalabahi saja, tetapi juga dilaksanakan secara serentak oleh seluruh jajaran Pemasyarakatan dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM di seluruh wilayah Indonesia.

Pelaksanaannya diawali dengan penghormatan kepada arwah pahlawan, mengheningkan cipta, peletakkan karangan bunga, penghormatan terakhir dan kemudian diakhiri dengan tabur bunga pada seluruh makam pahlawan termasuk makam salah satu pegawai Lapas Kelas IIB Kalabahi atas nama Amos Melkianus Reke yang gugur Tahun 1990.




Setelah melaksanakan tabur bunga, Kalapas Kalabahi, Yusup Gunawan mengatakan bahwa kegiatan tabur bunga yang telah dilaksanakannya bersama jajaran tidak hanya untuk memaknai Hari Bakti Pemasyarakatan ke-59 tahun ini tetapi juga merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan kepada jasa para pahlawan guna menanamkan nilai-nilai juang dan kerja keras bagi generasi penerus bangsa.

"Saya berharap agar seluruh pegawai Lapas Kalabahi dapat meneruskan dan memperjuangkan cita-cita para pahlawan yang telah gugur demi terwujudnya Pemasyarakatan yang semakin PASTI BerAkhlak dan Indonesia yang pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat," pungkas Yusup. (Humas_AN)







 

Selasa, 04 April 2023

Senin, 03 April 2023

SONGSONG PASKAH, PARA PENDETA GMIT KLASIS ALOR TENGAH UTARA, GELAR KEGIATAN KEROHANIAN BAGI WARGA BINAAN KRISTEN LAPAS KALABAHI



Kalabahi_Senin (03/04/23) Dalam rangka menyongsong Hari Raya Paskah, para Pendeta Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) dalam lingkup Klasis Alor Tengah Utara menggelar beberapa kegiatan kerohanian bagi seluruh warga binaan beragama Kristen Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kalabahi. Kegiatan tersebut, yakni doa bersama, pelayanan kasih/diakonia, Lomba Cerdas Cermat Alkitab (CCA), dan Berbuka Puasa Bersama.

Kegiatan ini terselenggara di bawah kepemimpinan Ketua Majelis Klasis Alor Tengah Utara, Pendeta Johanis Tri Salukhfeto dan Sekretaris, Penatua Daud Y. Mamaley.

Kegiatan yang berlangsung di Gereja Zoar Lapas Kelas IIB Kalabahi itu, turut dihadiri oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kalabahi, Yusup Gunawan bersama beberapa Pejabat Struktural dan Staf Pelaksana.

Dalam sambutannya, Kalapas Kalabahi, Yusup Gunawan menyampaikan bahwa kegiatan kerohanian yang dilaksanakan oleh Majelis Klasis Alor Tengah Utara sangat luar biasa karena menurutnya kegiatan tersebut akan menambah ilmu keagamaan bagi warga binaan beragama Kristen sekaligus menjadi momen untuk mengintrospeksi diri.

"Kegiatan ini sangatlah luar biasa karena dapat menambah ilmu keagamaan bagi warga binaan kami yang bergama Kristen sekaligus menjadi momen untuk mereka mengintrospeksi diri dalam rangka menyongsong Paskah tahun ini. Saya ucapkan terimakasih kepada ibu Pendeta Maacha selaku pendeta definitif yang setiap hari telah meluangkan waktu dan tenaga untuk membimbing anak-anak kami," ujar Yusup.




Yusup juga menyampaikan terimakasih kepada para Pendeta GMIT lingkup Klasis Alor Tengah Utara atas terselenggaranya kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Raya Paskah.

"Terimakasih yang tak terhingga kepada bapak/ibu Pendeta GMIT lingkup Klasis Alor Tengah Utara atas terselenggaranya kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Raya Paskah karena tanpa bantuan dari para pendeta serta para pelayan rohani yang ada, kami tidak bisa berbuat banyak. Peran serta dari seluruh masyarakat, sangat kami harapkan demi keberlangsungan kegiatan pembinaan di Lapas. Serta terimakasih juga atas kepedulian bapak/ibu terhadap kami umat muslim, sehingga diakhir kegiatan, ada kegiatan buka puasa bersama. Inilah bentuk kepedulian dan toleransi umat beragama yang harus selalu kita pertahankan dan dengung-dengungkan," tuturnya.

lebih lanjut, Yusup menyampaikan bahwa keberhasilan pembinaan di Lapas sangat bergantung dari mental spiritual.

"Bentuk kegiatan lain yang ada, yakni kemandirian, disiplin, dan wawasan kebangsaan juga penting, tetapi yang utama dari semuanya itu adalah mental spiritual. Bagaimana kita mengenal diri kita, bagaimana dalam segala keterbatasan dan kesusahan yang ada, justru disitulah sebenarnya menjadi titik balik bagi kita agar dapat menggali diri kita ke arah yang lebih baik," jelas Yusup.

Yusup mengatakan bahwa peranan kerohanian di Lapas sangat mutlak diperlukan sebagai penopang dan dasar dari pembinaan yang lainnya karena menurutnya apapun jenis pembinaan yang diikuti oleh warga binaan, tetapi jika jiwanya belum bersih dan belum ikhlas untuk benar-benar menjadi makhluk yang beriman, tentunya pembinaan yang ada hanya sia-sia.



"Kegiatan yang dilaksanakan hari ini sebagai bentuk kepedulian sosial dari para Pendeta GMIT Klasis Alor Tengah Utara yang kami butuhkan. Hal ini merupakan wujud rasa peduli dan cinta kasih terhadap sesama warga binaan karena di samping dukungan dari keluarga dan kami pegawai, warga binaan juga membutuhkan dukungan dari para pelayan Tuhan untuk memberikan semangat, motivasi, dan kepercayaan diri kepada mereka agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi ke depan. Mudah-mudahan pembinaan dan bimbingan yang diberikan oleh para pelayan Tuhan dapat menjadikan warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik dan dapat kembali ke lingkungan masyarakat menjadi manusia yang berguna dan minimal menjadi pahlawan bagi anak, istri maupun keluarga," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Klasis Alor Tengah Utara, Pendeta Johanis Tri Salukhfeto menyampaikan bahwa dirinya bersama seluruh Pendeta GMIT dalam lingkup Klasis Alor Tengah Utara mengimani dan yakini bahwa pertemuan mereka bersama seluruh pegawai dan warga binaan Kristen Lapas Kelas IIB Kalabahi bukan suatu kebetulan karena menurutnya segala sesuatu yang terjadi ada nilai dan makna positif.

"Saya atas nama para Pendeta dan seluruh jemaat GMIT lingkup pelayanan Klasis Alor Tengah Utara berterimakasih kepada bapak Kalapas Kalabahi dan seluruh jajaran yang telah menerima kami. Saya kira bagi kami ini salah satu pengalaman iman yang luar biasa. Kami merasakan bentuk penerimaan yang tulus dan humanis dari seluruh jajaran Lapas Kalabahi," ungkap Pendeta Jontri.

Menurut Pendeta Jontri, setiap manusia tentunya akan menjalani hidup penuh dengan tantangan dan kemelut hidup. Kita semua butuh proses perubahan hidup dan pembinaan kepada diri kita. Bedanya masing-masing orang hanya soal waktu, tempat, dan seterusnya.

"Kita datang pada saat ini, atas nama cinta kasih yang tulus, atas nama Yesus Kristus pemilik pelayanan kepala gereja, yang dariNya kita belajar saling mengasihi. Kami tidak datang dengan sikap melihat siapa yang salah dan siapa yang benar serta sikap saling menghakimi antar satu dengan yang lainnya. Kita semua orang berdosa, hanya kadang dosa kita ada yang kelihatan dan tidak kelihatan, ada yang sudah ditangkap dan ada yang belum ditangkap. Artinya, kita semua butuh proses perubahan diri. Kami datang untuk mendoakan dengan cinta dan kasih yang tulus. Yesus Kristus ajar kita untuk omong saja tidak cukup, berkata-kata saja tidak cukup, tetapi harus ada tindakan Yang nyata. Oleh karena itu, kita sepakat untuk melaksanakan kegiatan kita pada hari ini," jelasnya.

Diakhir penyampaiannya, Pendeta Jontri menyampaikan bahwa ada satu hal yang tidak boleh hilang dari dalam diri manusia, yakni harapan dan semangat. "Sehebat apapun kita, tetapi jika tidak ada semangat, maka jatuh. Kami datang, kami kirim doa, kami kirim semangat kepada bapa mama warga binaan semua untuk menjalani hidup di dalam nama Tuhan," tutupnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian secara simbolis bantuan pelayanan kasih bagi seluruh warga binaan oleh Ketua Majelis Klasis Alor Tengah Utara, Pendeta Johanis Tri Salukhfeto kepada Kalapas Kalabahi, Yusup Gunawan.

Setelah itu, dilanjutkan dengan doa bersama, Lomba Cerdas Cermat Alkitab, dan buka puasa bersama warga binaan Muslim. (Humas_AN)













 

Bazar Ramadan Kemenkumham, Upaya Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi


Jakarta - Bazar Ramadan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) kini kembali diadakan usai tiga tahun terhenti akibat pandemi Covid-19. Kegiatan ini digelar sebagai upaya untuk mendorong pemulihan ekonomi di masyarakat, khususnya pada sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).

Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Komjen Pol. Andap Budhi Revianto mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan yang digagas oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenkumham selama tiga hari ke depan ini, dimulai Senin (03/04/2023) hingga Rabu (05/04/2023).

“Semoga melalui kegiatan ini dapat memberikan kontribusi di dalam pemulihan ekonomi, sekaligus meraih berkah, termasuk menjalin silaturahmi diantara kita,” ujar Andap saat membuka kegiatan Bazar Ramadan 1444 Hijriah DWP Kemenkumham "Bangkitkan Ekonomi Meraih Berjuta Berkah" di Graha Pengayoman Kemenkumham.

Sebelum membuka kegiatan, Andap bahkan menyempatkan diri untuk mengunjungi beberapa booth peserta dan mengecek secara langsung harga di bazar.

“Saya juga barusan mengecek harga dari peserta yang mengikuti bazar, memantau disparitas harga (di bazar) dengan harga pasar,” ujar lulusan Program Pendidikan Regular Angkatan (PPRA) 53 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) tahun 2015 ini.



Beragam produk olahan pangan, baju muslim, perlengkapan salat, sembako, aneka kebutuhan puasa dan Idulfitri, dari pelaku UMKM siap digelar di lobi dan aula Graha Pengayoman ini.

“Selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga kita dimudahkan, senantiasa diberikan kesehatan, dan ibadah kita diterima Allah SWT,” kata Andap, Senin (03/04/2023) pagi. “Alhamdulillah Kemenkumham sudah zero Covid-19. Tapi tetap waspada dan tidak boleh jumawa, tidak boleh sombong, tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan,” tutupnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 94 peserta yang terdiri dari perwakilan 11 Unit Utama Kemenkumham; 2 Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta dan Banten; 9 UPT Pemasyarakatan dan Imigrasi di Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat; Kementerian Pertanian; Kementerian Kelautan dan Perikanan; Pegadaian; serta 70 UMKM.