Kalabahi, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kalabahi
terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan mental dan spiritual bagi Warga
Binaan Pemasyarakatan (WBP). Bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA)
Kecamatan Teluk Mutiara, Lapas Kalabahi menggelar kegiatan pembinaan kerohanian
agama Islam yang diikuti secara antusias oleh seluruh warga binaan beragama
Islam. Kegiatan yang berlangsung khusyuk ini dipusatkan di Masjid At-Taubah,
lingkungan dalam Lapas Kalabahi pada hari Senin (27/07).
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ibadah ini didampingi langsung oleh Kepala
Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadikgiatja),
Suryanto Ahmad. Turut hadir dua orang pembina kerohanian dari KUA Teluk
Mutiara, di mana salah satunya adalah Ustaz Awaludin Husain yang bertindak
sebagai penceramah utama pada kesempatan tersebut.
Dalam tausiahnya, Ustaz Awaludin Husain mengangkat tema mendalam tentang
Taubah Nasuhah atau pertaubatan yang sebenar-benarnya. "Taubah Nasuhah
bukan sekadar ucapan penyesalan yang keluar dari bibir, tetapi harus lahir dari
lubuk hati yang paling dalam. Ini adalah momentum berharga bagi saudara-saudara
sekalian untuk mengakui kesalahan di masa lalu, menyesalinya sepenuh jiwa, dan
berjanji dengan sungguh-sungguh kepada Allah SWT untuk tidak mengulanginya
lagi," pesan Ustaz Awaludin kepada para jamaah yang hadir.
Menanggapi jalannya pembinaan ini, Kasi Binadikgiatja, Suryanto Ahmad,
menyampaikan bahwa kegiatan rohani seperti ini merupakan fondasi yang sangat
krusial dalam masa pembinaan. "Kehadiran penyuluh dari KUA Teluk Mutiara
sangat membantu tugas kami dalam membentuk karakter dan kedisiplinan warga
binaan. Melalui siraman rohani ini, kami berharap mereka memiliki ketahanan
mental dan ketenangan batin yang kuat selama menjalani masa pidana," tutur
Suryanto.
Dukungan dan apresiasi mendalam juga disampaikan oleh Kepala Lapas
(Kalapas) Kalabahi, M. Arfandy. Ia menegaskan komitmen institusinya dalam
memenuhi hak beribadah WBP. "Sistem pemasyarakatan tidak hanya berbicara
soal pembatasan kebebasan fisik, tetapi yang terpenting adalah pemulihan jiwa.
Kerja sama berkelanjutan dengan KUA Teluk Mutiara ini adalah langkah strategis
kami. Harapannya, sekembalinya mereka ke masyarakat nanti, mereka benar-benar
menjadi individu baru yang beriman dan bertaqwa," tegas Arfandy.
Kegiatan kerohanian tersebut ditutup dengan doa bersama, di mana seluruh warga binaan tampak khusyuk memanjatkan harapan akan ampunan dari Sang Pencipta. (Humas_FW)







.jpeg)
.jpeg)



.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)



