Kalabahi, INFO_PAS - Peringatan Hari
Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu khidmat
dan penuh semangat di Kabupaten Alor. Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas)
Kelas IIB Kalabahi, M. Arfandy, beserta jajarannya turut hadir mengikuti
upacara bendera yang digelar secara terpusat di Lapangan Mini. Kegiatan
kebangsaan ini diikuti bersama Pemerintah Daerah, jajaran Forkopimda, serta
seluruh elemen masyarakat Alor, Senin (17/08).
Rangkaian upacara diawali dengan prosesi pengibaran bendera Merah Putih
oleh pasukan Paskibraka Kabupaten Alor yang tampil memukau dan disiplin.
Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan pembacaan pidato kemerdekaan yang
dibawakan oleh Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo. Suasana upacara semakin
bergelora saat memasuki acara puncak yang paling ditunggu, yakni penyerahan
Remisi Umum kemerdekaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Sebelum penyerahan simbolis dilakukan, Kepala Seksi Pembinaan Anak Didik
dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadikgiatja) Lapas Kalabahi, Suryanto Ahmad, yang
turut hadir di lapangan, membacakan sambutan resmi dari Menteri Imigrasi dan
Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto. Dalam peringatan tahun ini, sebanyak
52 orang warga binaan Lapas Kalabahi berhak menerima remisi, dengan rincian
penerima Remisi Umum I (pengurangan sebagian masa tahanan) sebanyak 52 orang
dan Remisi Umum II (langsung bebas) nihil. Penyerahan Surat Keputusan (SK)
Remisi dilakukan secara langsung oleh Wakil Bupati Rocky Winaryo, didampingi
Kalapas M. Arfandy, kepada dua orang perwakilan warga binaan di tengah lapangan
upacara.
Terkait penyerahan ini, Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, menyampaikan
pesan mendalam. "Pemberian remisi ini adalah bentuk nyata kehadiran dan
perhatian negara. Saya berharap momen kemerdekaan ke-81 ini memotivasi warga
binaan untuk terus memperbaiki diri dan kelak siap kembali berkontribusi
positif bagi masyarakat Alor," tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Kalapas M. Arfandy menegaskan komitmen
lembaganya. "Remisi ini bukan sekadar pengurangan masa hukuman, melainkan
wujud apresiasi atas kelakuan baik dan keaktifan mereka selama masa pembinaan. Kami
akan terus membimbing mereka menjadi individu yang lebih baik lagi," tegas
Arfandy.
Rasa haru tak dapat disembunyikan oleh Bastian Wetang, perwakilan warga
binaan penerima remisi. "Saya sangat bersyukur kepada Tuhan dan negara
atas remisi ini. Ini menjadi dorongan besar bagi saya untuk terus berkelakuan
baik dan tidak mengulangi kesalahan di masa lalu," ungkap Bastian.
Acara peringatan kemerdekaan yang penuh makna ini pun ditutup dengan sesi foto bersama antara jajaran Pemda, Forkopimda, dan peserta yang hadir. (Humas_FW)






.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)



