Kalabahi, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kalabahi
menyelenggarakan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang diperuntukkan
bagi para peserta magang. Bertempat di lapangan upacara Lapas Kalabahi,
kegiatan pembinaan fisik dan kedisiplinan ini dipimpin secara langsung oleh
Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi
Binadikgiatja), Suryanto Ahmad, bersama jajaran staf Keamanan dan Ketertiban
(Kamtib), Sabtu (19/09).
Kehadiran jajaran Kamtib berperan penting dalam memastikan kesamaptaan dan
standar operasional ditaati. Di bawah terik matahari, para peserta digembleng
berbagai gerakan dasar hingga formasi baris-berbaris yang menuntut fokus,
kekompakan tim, serta respons cepat terhadap instruksi pimpinan.
Kepala Lapas (Kalapas) Kalabahi, M. Arfandy, memberikan dukungan dan
apresiasi penuh terhadap program pembinaan ini. "Lapas adalah institusi
penegak hukum yang membutuhkan tingkat kedisiplinan tinggi. Peserta
magang harus memahami ritme dan aturan main yang ada di sini. PBB bukan sekadar
gerakan fisik baris-berbaris, melainkan medium utama penanaman nilai
integritas, loyalitas, dan tanggung jawab. Bekal disiplin ini akan sangat
berguna saat mereka memasuki dunia kerja profesional yang sesungguhnya di masa
depan," tegas M. Arfandy.
Senada dengan hal tersebut, Kasi Binadikgiatja, Suryanto Ahmad, menekankan
esensi psikologis dari instruksi di lapangan. Menurutnya, PBB memegang
peranan krusial dalam membentuk kesigapan mental peserta magang. "Melalui
latihan di lapangan upacara ini, kami dari jajaran Kamtib dan Binadikgiatja
ingin menanamkan jiwa korsa. PBB melatih mereka untuk memiliki tingkat
konsentrasi tinggi, patuh pada hierarki dan instruksi pimpinan, serta mampu
mengesampingkan ego pribadi demi kekompakan tim," jelas Suryanto.
Ia menambahkan bahwa pembinaan ini merupakan wujud tanggung jawab institusi. "Kami ingin memastikan tenaga magang yang keluar dari Lapas Kalabahi nantinya tidak hanya unggul secara akademis dan administratif, tetapi juga memiliki karakter yang ulet, cekatan, dan tahan banting. Kesiapan fisik dan mental adalah kunci utama dari keberhasilan pelaksanaan tugas di lapangan," pungkasnya. (Humas_FW)






.jpeg)

.jpeg)


.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)


.jpeg)

.jpeg)


.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)




