Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Meningkatkan produktivitas dan keahlian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Kalabahi melalui pelatihan kerja bersertifikat.

Deklarasi Janji Kinerja Tahun Berjalan

Komitmen seluruh jajaran Lapas Kelas IIB Kalabahi menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Layanan Kunjungan Tatap Muka

Memberikan pelayanan prima dan humanis bagi keluarga Warga Binaan dengan tetap menerapkan standar operasional prosedur yang berlaku.

Razia Rutin Blok Hunian

Mendeteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas serta mewujudkan Zero Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba).

Pembinaan Kerohanian WBP

Pemenuhan hak ibadah bagi Warga Binaan Pemasyarakatan untuk membentuk mental dan spiritual yang lebih baik.

Selasa, 08 Agustus 2023

URUS IZIN PENDIRIAN KLINIK PRATAMA, LAPAS KALABAHI BANGUN KOORDINASI DENGAN DINKES KABUPATEN ALOR


Kalabahi_Selasa (08/08/23) Lapas Kelas IIB Kalabahi dan Dinas Kesehatan Kabupaten Alor menjalin kerjasama yang erat dalam pertemuan penting yang berlangsung pada hari ini.Pertemuan Pertemuan yang berlangsung di kantor dinas kesehatan Kabupaten Alor tersebut membahas rencana mendirikan klinik pratama di dalam Lapas Kelas IIB Kalabahi guna meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga binaan. Dalam pertemuan ini, Lapas Kalabahi diwakili oleh beberapa perwakilan, termasuk Kasubsi Registrasi Henok Mabelehi, Kasubsi Kegiatan Kerja Abdurrahman Haryono, dan Staf Keperawatan Adryan H. Kolly.

Poin utama yang dibahas dalam pertemuan adalah persyaratan yang harus dipenuhi dalam mendirikan sebuah klinik pratama di dalam lingkungan Lapas. dr. Farida Ariyani, yang merupakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Alor, dengan tegas menjelaskan hal-hal yang harus diperhatikan dalam memenuhi standar kesehatan dan administrasi yang diperlukan untuk mendirikan klinik pratama. Syarat-syarat tersebut mencakup kualifikasi tenaga medis, persediaan obat-obatan, peralatan medis, serta sistem manajemen pelayanan yang efektif.

Yusup Gunawan, Kalapas Kalabahi, menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah awal yang signifikan dalam memenuhi standar pelayanan kesehatan yang diperlukan oleh warga binaan. Menurutnya, mendirikan klinik pratama di dalam Lapas adalah langkah strategis untuk memastikan pelayanan kesehatan yang optimal dan tepat waktu, serta meminimalkan risiko kesehatan yang dapat muncul di tengah lingkungan penahanan.

Langkah kolaboratif antara Lapas Kelas IIB Kalabahi dan Dinas Kesehatan Kabupaten Alor ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur, Marciana D. Jone. Para pemangku kepentingan di wilayah tersebut mengakui pentingnya akses yang lebih baik terhadap perawatan medis bagi warga binaan. Hal ini diharapkan akan berdampak positif pada kondisi kesehatan warga binaan secara keseluruhan, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan terjaga.

Selain membahas persyaratan teknis, pertemuan ini juga menjadi forum untuk berdiskusi mengenai rencana langkah selanjutnya dalam proses pendirian klinik. Rencana tindak lanjut yang matang diharapkan akan membawa kerjasama ini menuju pelaksanaan yang sukses. Dengan demikian, upaya meningkatkan pelayanan kesehatan di Lapas Kelas IIB Kalabahi akan menjadi sebuah kenyataan yang memberikan dampak positif bagi seluruh warga binaan yang berada di dalamnya.

Diharapkan bahwa melalui kolaborasi yang kuat ini, akan terbentuk model pelayanan kesehatan yang inovatif di dalam sistem peradilan pidana. Langkah ini bukan hanya mencerminkan perhatian terhadap kesejahteraan warga binaan, tetapi juga menunjukkan komitmen dalam menjaga hak asasi manusia dan memastikan kualitas hidup yang layak, bahkan di balik jeruji besi. (Humas_AF)

PERKUAT PEMBINAAN ROHANI WARGA BINAAN, LAPAS KALABAHI BERSINERGI DENGAN KEMENAG KABUPATEN ALOR

Kalabahi_Selasa (08/08/23)  Pertemuan yang sangat berarti terjadi di Lapas Kalabahi, di mana perwakilan dari Kementerian Agama (KEMENAG) Kabupaten Alor melakukan diskusi dengan Yusup Gunawan, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kalabahi. Pertemuan ini bertujuan untuk memulihkan upaya kolaboratif antara lembaga pemasyarakatan dan Kemenag Alor guna memberikan panduan spiritual komprehensif bagi para warga binaan.

Pertemuan yang berlangsung di ruang Kalapas Kalabahi tersebut menandai langkah penting menuju pembaharuan kerjasama antara Lapas Kalabahi dan Kemenag Alor. Diskusi difokuskan pada rencana untuk menghidupkan kembali program penyuluhan rohani bagi warga binaan Muslim, Protestan, dan Katolik di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kalabahi.

Upaya kolaboratif untuk mengembalikan program penyuluhan rohani ini diharapkan dapat membawa perasaan pemenuhan spiritual yang baru bagi para warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kalabahi. Inisiatif ini sejalan dengan arahan Marciana D. Jone, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM untuk Nusa Tenggara Timur, yang menekankan pentingnya rehabilitasi komprehensif bagi warga binaan.

Yusup Gunawan menyampaikan optimisme terkait kolaborasi yang dihidupkan kembali ini, dengan menegaskan bahwa panduan spiritual yang komprehensif dapat memberikan kontribusi yang signifikan pada proses rehabilitasi. Ia mengakui pentingnya tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik warga binaan, tetapi juga kesejahteraan spiritual mereka.

Perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Alor menyampaikan antusiasmenya terhadap kerjasama yang diperbaharui ini, dengan menekankan komitmen institusi untuk mendukung pertumbuhan spiritual dan pengembangan pribadi para waga binaan. Ia mengakui peran penting yang dimainkan oleh penyuluhan rohani dalam membentuk perubahan positif dalam kehidupan warga binaan dan merubah perspektif mereka.

Lebih lanjut, Kalapas Kalabahi menyampaikan aspirasinya agar kolaborasi yang diperbaharui ini dapat berlangsung secara konsisten. Ia menegaskan pentingnya menjaga upaya berkelanjutan dalam memberikan penyuluhan rohani sebagai bagian integral dari perjalanan reformasi bagi warga binaan.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk melanjutkan rencana ini dan meresmikan kolaborasi yang diperbaharui dalam beberapa minggu mendatang. Kerjasama antara Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kalabahi dan Kemenag Alor bertujuan menjadi cahaya harapan dan transformasi, yang menunjukkan kekuatan spiritual dalam membentuk perubahan positif di dalam diri setiap warga binaan. (Humas_AF)

Kamis, 03 Agustus 2023

YASONNA LAOLY: PEMERINTAH KOMITMEN DUKUNG PRODUK DALAM NEGERI


Jakarta – Prioritas penggunaan produk dalam negeri terus ditingkatkan oleh pemerintah. Tujuannya adalah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional dan mendukung daya saing industri di tanah air.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly saat menyampaikan keynote speech pada pembukaan Temu Bisnis Tahap VI, di JIExpo Jakarta, Kamis (03/08/2023).

Secara khusus, Yasonna memaparkan komitmen Kemenkumham dalam mendukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo.

“Kemenkumham sendiri konsisten berupaya mendukung kemajuan perekonomian nasional, yang mana salah satunya dengan langkah meningkatkan penggunaan Produk dalam Negeri (PDN),” papar Yasonna.

Dalam forum Temu Bisnis Tahap IV ini, Kemenkumham menyediakan banyak layanan publik yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat serta pameran produk warga binaan pemasyarakatan (WBP).



“Dalam kegiatan ini kami menyediakan layanan host berupa Layanan Paspor Merdeka, Pameran Produk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Coaching Clinic bidang Kekayaan Intelektual, Administrasi Hukum Umum, dan Hak Asasi Manusia,” papar Yasonna.

"Kemudian coaching clinic bidang Kekayaan Intelektual (KI), Administrasi Hukum Umum (AHU), dan Hak Asasi Manusia (HAM)," imbuhnya lagi.

Temu Bisnis Tahap IV merupakan kegiatan kolaborasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Kementerian Keuangan, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menyelenggarakan Temu Bisnis Tahap VI, yang terintegrasi dengan Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF). Berlangsung selama tiga hari sejak Kamis (3/8/2023) hingga Sabtu (5/8/2023), kegiatan ini merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi dalam Rangka Menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
 

SEMARAKKAN HARI KEMENKUMHAM RI KE-78, LAPAS KALABAHI GELAR BAKSOS PEMBERSIHAN TMP MALUA GALIAU ALOR


Kalabahi_Kamis (03/08/23) Dalam rangka menyemarakkan Hari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI) ke-78 Tahun 2023, jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kalabahi menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Pembersihan Taman Makam Pahlawan (TMP) Malua Galiau Kabupaten Alor.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Kalabahi, Yusup Gunawan, yang diawali dengan apel bersama dan diakhiri dengan foto bersama.

Petugas Lapas Kelas IIB Kalabahi dengan penuh semangat nasionalisme bersama-sama membersihkan rumput, memangkas bunga sekitar taman makam, membersihkan ranting dan dedaunan yang berguguran di sekitar taman makam, serta membakar sampah.

Kalapas Kalabahi, Yusup Gunawan, menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini tidak hanya dilaksanakan untuk memeriahkan Hari Kemenkumham RI ke-78, tetapi juga dilaksanakan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-78, yang diperingati secara bersama pada bulan Agustus Tahun 2023.




Yusup berharap agar melalui kegiatan sosial yang dilaksanakan jajaran Lapas Kelas IIB Kalabahi, dapat memberikan edukasi kepada masyarakat setempat agar senantiasa dapat memelihara kebersihan lingkungannya masing-masing di momen menyongsong HUT Kemerdekaan RI ke-78.

"Giat bakti sosial hari ini sebagai bentuk perhatian serta kepedulian kami seluruh jajaran Lapas Kalabahi terhadap keberadaan Taman Makam Pahlawan Malua Galiau di Kabupaten Alor. Hal ini juga merupakan wujud rasa syukur dan nasionalisme seluruh jajaran dalam mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur atas perjuangan membela tanah air," ujar Yusup.




Sementara itu, dari tempat yang berbeda, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTT, Marciana D. Jone, memberikan apresiasi atas tindakan mulia yang dilaksanakan Kalapas Kalabahi dan jajaran dalam membersihkan TMP Malua Galiau Kabupaten Alor.

Ia juga menekankan pentingnya setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk selalu memperhatikan dan merawat TMP yang ada di wilayah tempat tugas karena menurutnya, hal tersebut sebagai wujud penghormatan terhadap jasa-jasa para pahlawan bangsa yang telah gugur dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (Humas_AN)





 

Rabu, 02 Agustus 2023

BANGUN SINERGITAS DI BIDANG PERTANIAN DAN PERTUKANGAN KAYU, KODIM 1622/ALOR DAN LAPAS KALABAHI AKAN MELAKSANAKAN PENANDATANGANAN MOU


Kalabahi_Rabu (02/08/23) Dalam upaya meningkatkan kerjasama dan sinergi antara Instansi Militer dan Lembaga Pemasyarakatan, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Kalabahi, Yusup Gunawan, menerima kunjungan dari Perwira Seksi (Pasi) Logistik (Log) Komando Distrik Militer (Kodim) 1622/Alor, Kapten Samuel Ulle, di ruangannya.

Kapten Samuel Ulle tiba di Lapas Kelas IIB Kalabahi dengan penuh kehangatan dan diterima langsung oleh Kalapas Kalabahi, yang dengan ramah menyambut kedatangannya. Dalam pertemuan yang berlangsung secara akrab, Kapten Samuel Ulle menyampaikan niat baik dari Kodim 1622/Alor untuk membangun kerjasama dengan Lapas Kelas IIB Kalabahi.

Salah satu inisiatif kerjasama yang diusulkan adalah penjajakan pembukaan lahan pertanian milik Kodim 1622/Alor yang terletak di daerah Mola, Kabupaten Alor, tepatnya di depan Lapas Kelas IIB Kalabahi. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sektor pertanian di wilayah tersebut dan memberikan manfaat bagi warga binaan Lapas Kelas IIB Kalabahi yang sudah melaksanakan asimilasi kerja di luar tembok Lapas karena merekalah yang akan diikutsertakan dalam proses penjajakan tersebut.

Tidak hanya itu, Kapten Samuel Ulle juga menyampaikan keinginan Kodim 1622/Alor untuk bekerjasama dengan Lapas Kelas IIB Kalabahi di Bidang Pertukangan Kayu. Dalam usulan ini, warga binaan akan diberdayakan untuk terlibat dalam kegiatan pertukangan kayu sebagai bagian dari pembinaan kemandirian.

Kerjasama ini diharapkan dapat memberikan peluang dan pembelajaran baru bagi warga binaan Lapas Kelas IIB Kalabahi, sehingga mereka dapat memiliki keterampilan yang berguna untuk masa depan mereka setelah bebas dari Lembaga Pemasyarakatan.

Kalapas Kalabahi, Yusup Gunawan, merespon positif usulan kerjasama tersebut dan menyatakan setuju untuk melanjutkan langkah koordinasi lebih lanjut. Hasil dari pertemuan ini akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kodim 1622/Alor dan Lapas Kelas IIB Kalabahi dalam waktu dekat.



Tindakan ini menandai langkah maju dalam sinergi antara TNI Angkatan Darat dan Lembaga Pemasyarakatan, yang diharapkan dapat berdampak positif bagi pembangunan di wilayah Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Semoga kerjasama ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi semua pihak yang terlibat dan mendorong perkembangan potensi wilayah setempat.

Selanjutnya, pada tempat yang berbeda, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTT, Marciana D. Jone, menyetujui usulan kerjasama antara Kodim 1622/Alor dengan Lapas Kelas IIB Kalabahi di Bidang Pertanian dan Pertukangan Kayu.

Beliau berharap agar melalui kerjasama antara Kodim 1622/Alor dengan Lapas Kelas IIB Kalabahi, dapat semakin memperlancar bahkan meningkatkan proses pembinaan kemandirian warga binaan yang ada di Lapas Kelas IIB Kalabahi. (Humas_AN)
 

Selasa, 01 Agustus 2023

BERLANDASKAN KASIH DAN PERHATIAN, LAPAS KALABAHI BAGIKAN PERLENGKAPAN MANDI, PAKAIAN, DAN KASUR KEPADA WARGA BINAAN



Kalabahi_Selasa (01/08/23) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kalabahi mengadakan kegiatan mulia dengan membagikan perlengkapan mandi, pakaian, dan kasur kepada seluruh warga binaan sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar mereka. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan empati yang berlandaskan pada kasih dan perhatian yang besar dari Lapas Kelas IIB Kalabahi.

Pembagian perlengkapan mandi, pakaian, dan kasur tersebut dilakukan oleh Staf Perawatan Lapas Kelas IIB Kalabahi, Adryan H. Kolly dan Oris Nenomnanu.

Para warga binaan menyambut gembira dan berterima kasih atas kasih dan perhatian Lapas Kelas IIB Kalabahi terhadap mereka.

Dalam pelaksanaannya, Staf Perawatan, Adryan H. Kolly, menyempatkan waktu untuk berbicara dengan setiap warga binaan agar mereka dapat memanfaatkan dengan baik semua perlengkapan yang diberikan. Adryan juga memberikan semangat kepada seluruh warga binaan agar tetap tegar dalam menjalani proses pembinaan.




Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Kalabahi, Yusup Gunawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari upaya Lapas Kelas IIB Kalabahi untuk memberikan lingkungan yang manusiawi bagi warga binaan. Dalam pernyataannya, Yusup berharap agar bantuan tersebut dapat memberikan kenyamanan dan memotivasi warga binaan dalam menjalani hari-hari mereka di dalam Lapas.

"Kegiatan ini merupakan langkah positif dalam memberikan perhatian terhadap hak-hak asasi manusia dan kemanusiaan bagi warga binaan di Lapas Kalabahi. Semoga kegiatan semacam ini terus dilaksanakan untuk memenuhi setiap hak-hak mereka," ujar Yusup.

Selain itu, kegiatan pembagian perlengkapan mandi, pakaian dan kasur ini juga mendapat perhatian khusus dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Nusa Tenggara Timur, Marciana D. Jone. Beliau menyampaikan apresiasi atas upaya Lapas Kelas IIB Kalabahi dalam memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar para warga binaan.



Semoga kegiatan positif ini dapat menjadi contoh yang baik untuk terus meningkatkan pembinaan dan pemenuhan kebutuhan warga binaan secara menyeluruh sehingga hak-hak mereka terpenuhi untuk merasa aman dan nyaman menjalani pembinaan, agar ke depan dapat memberikan berkontribusi positif dalam masyarakat setelah selesai menjalani masa pidana. (Humas_AF)
 

BERSERAGAM DINAS BARU! KALAPAS KALABAHI : AWAL PERUBAHAN POSITIF DALAM PELAKSANAAN TUGAS


Kalabahi_Selasa (01/08/23) Suasana ceria menyelimuti Lapas Kelas IIB Kalabahi saat para pegawai berkumpul untuk mengikuti apel pagi yang dipimpin oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Kalabahi, Yusup Gunawan. Hari ini menjadi momen spesial karena seluruh pegawai tampil dengan semangat baru, mengenakan pakaian dinas berwarna abu-abu yang baru diperkenalkan beberapa bulan lalu.

Antusiasme pimpinan dan jajaran Lapas Kelas IIB Kalabahi dalam mengenakan pakai dinas tersebut mendapatkan apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTT, Marciana D. Jone.

Dalam apel pagi yang digelar di lapangan apel Lapas Kelas IIB Kalabahi, Yusup Gunawan memberikan arahan dengan penuh semangat. "Seragam dinas baru ini menandai awal perubahan positif dalam pelaksanaan tugas kita. Semoga pakaian ini menginspirasi kita semua untuk lebih profesional dan dedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada warga binaan dan masyarakat," ucap Yusup dengan tegas.

Disamping itu, Yusup juga menekankan pentingnya memberikan pelayanan terbaik dengan berpenampilan menarik, mengenakan pakaian dinas baru dan menjaga eksistensi diri sebagai Petugas Pemasyarakatan yang sulit untuk dipengaruhi integritasnya dengan tindakan suap dan gratifikasi yang datang dari dalam maupun luar Lapas. 



Perubahan pakaian dinas ini sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 9 Tahun 2023 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 24 Tahun 2022 tentang Pakaian Dinas Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Kementerian Hukum dan HAM. Seragam dinas baru berwarna abu-abu dengan aksen yang elegan dan pin resmi di bagian dada. Desain baru ini dikembangkan dengan mempertimbangkan kenyamanan dan representasi keprofesionalan lembaga.

Dalam momen apel pagi tersebut, tampak seluruh pegawai dengan penuh kebanggaan mengenakan seragam dinas baru sesuai dengan aturan yang berlaku. Secara semangat, mereka berkomitmen untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan penuh integritas dan dedikasi.

Mereka juga menyatakan bahwa pakaian dinas baru memberikan rasa percaya diri yang tinggi dan semangat baru dalam menjalankan tugas-tugas mereka. Mereka berharap perubahan ini akan membawa dampak positif bagi Lapas Kelas IIB Kalabahi dan membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan harmonis.



Pakain dinas baru ini juga menjadi persiapan penting bagi launching resmi oleh Kementerian Hukum dan HAM RI yang akan berlangsung pada tanggal 21 Agustus 2023. Lapas Kelas IIB Kalabahi akan menjadi salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan yang turut ambil bagian dalam acara tersebut, sebagai bentuk pengakuan terhadap komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengayoman bagi warga binaan.

Dengan semangat baru yang terpancar dari para pegawai dan adanya seragam dinas baru yang mengesankan, diharapkan Lapas Kelas IIB Kalabahi akan semakin kuat dalam mencapai tujuan pemasyarakatan dan memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat. Semoga momen bersejarah ini menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah bagi Lapas Kelas IIB Kalabahi. (Humas_AN)