Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Meningkatkan produktivitas dan keahlian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Kalabahi melalui pelatihan kerja bersertifikat.

Deklarasi Janji Kinerja Tahun Berjalan

Komitmen seluruh jajaran Lapas Kelas IIB Kalabahi menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Layanan Kunjungan Tatap Muka

Memberikan pelayanan prima dan humanis bagi keluarga Warga Binaan dengan tetap menerapkan standar operasional prosedur yang berlaku.

Razia Rutin Blok Hunian

Mendeteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas serta mewujudkan Zero Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba).

Pembinaan Kerohanian WBP

Pemenuhan hak ibadah bagi Warga Binaan Pemasyarakatan untuk membentuk mental dan spiritual yang lebih baik.

Minggu, 10 Desember 2023

LAPAS KALABAHI TERIMA KUNJUNGAN KASIH PEDULI HAM DARI KOMUNITAS BASECAMP MELANGKIKI FAMILY UNTUK WARGA BINAAN

 

Kalabahi, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kalabahi menerima kunjungan kasih peduli Hak Asasi Manusia (HAM) dari Komunitas Basecamp Melangkiki Family untuk warga binaan, Minggu (10/12). Kunjungan kasih ini merupakan kegiatan memperingati Hari HAM Sedunia ke-75 yang ditandai dengan pemberian paket hygiene oleh Komunitas Basecamp Melangkiki Family kepada seluruh warga binaan.

 

Paket hygiene dimaksud terdiri dari handuk, celana dalam, sabun cair, sabun batang, sampo, deodoran rexona, dan pembalut.

 

Selain memberikan paket hygiene, Komunitas Basecamp Melangkiki Family juga melaksanakan penyuluhan kesehatan terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada seluruh warga binaan. Kegiatan ini bertempat di Gedung Gereja Zoar Lapas Kalabahi, dengan pembawa meterinya, dokter (dr) Thaeosudora Lily.

 

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kalabahi, Yusup Gunawan, meresponi kunjungan tersebut. Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Komunitas Basecamp Melangkiki Family yang telah mempedulikan warga binaan bertepatan dengan momen peringatan Hari HAM Sedunia ke-75.

 

"Rasa hormat dan terima kasih kami sampaikan kepada Komunitas Basecamp Melangkiki Family yang sudah menyatakan kepedulian mereka terhadap warga binaan kami di Hari HAM Sedunia yang ke-75 ini. Warga binaan kami tentu sangat senang dan bahagia, karena apa yang menjadi keperluan mereka, dapat terpenuhi," ujar Yusup.



Yusup juga menyatakan bahwa paket hygiene yang diterima warga binaan merupakan barang-barang keperluan warga binaan yang baru pertama kali menjadi perhatian pihak luar, sehingga ia bersama seluruh jajaran sangat mengapresiasi kunjungan kasih peduli HAM ini.

 

Bersamaan dengan itu, Yusup juga menerangkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi apresiasi ia bersama seluruh jajaran, tetapi mendapatkan respon dan penghargaan yang luar biasa dari Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Nusa Tenggara Timur (NTT), Marciana D. Jone.

 

Terkait dengan kegiatan penyuluhan PHBS, Yusup berharap melalui kegiatan tersebut dapat merubah perilaku warga binaan untuk menjaga kebersihan diri agar terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh tidak menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari.

 

Sementara itu, Karnol Datemoli, selaku Ketua Panitia yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa kehadiran komunitas mereka di Lapas Kalabahi dipicu oleh kepedulian dan keprihatinan mendalam terhadap kondisi warga binaan.

 

Menurutnya, momen Hari HAM Sedunia yang ke-75 menjadi momentum yang sangat berharga bagi mereka untuk berbagi kasih dengan warga binaan Lapas Kalabahi, karena warga binaan Lapas Kalabahi merupakan kelompok yang harus mendapatkan perhatian dari semua pihak, termasuk komunitas mereka.

 

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sendiri dilaksanakan oleh Komunitas Basecamp Melangkiki Family, tetapi juga mendapatkan dukungan penuh dari 2 (dua) komunitas lainnya yang ada di Kabupaten Alor, yakni Komunitas META dan Komunitas Wecome to Alor.

 

“Kami bekerjasama untuk hadir di tengah masyarakat sebagai komunitas yang peduli terhadap Hak Asasi Manusia. Kami peduli dengan hak-hak warga binaan Lapas Kalabahi, karena kami tahu bahwa ketika mereka menjalani pidana, tentunya mereka sulit untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka. Selain mereka mendapatkan perhatian dari pemerintah, dalam hal ini Lapas Kalabahi, mereka juga membutuhkan perhatian dari berbagai pihak. Salah satunya, dengan kehadiran kami, mungkin dapat mencukupi kebutuhan mereka,” ucap Karnol.



Karnol pun berharap kegiatan yang dilaksanakan komunitasnya di Lapas Kalabahi, dapat bermanfaat bagi seluruh warga binaan. Dalam kesempatan ini juga, ia minta agar warga binaan Lapas Kalabahi dapat selalu menjaga kebersihan diri dengan selalu menerapkan PHBS dalam aktivitas sehari-hari untuk mencegah terjadi masalah kesehatan.

 

Selanjutnya, salah seorang warga binaan berinisial KU, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Komunitas Basecamp Melangkiki Family, atas bantuan kemanusiaan yang diterimanya bersama teman-teman warga binaan.

 

“Saya dan teman-teman tentunya menyampaikan ucapan terima kasih yang besar kepada Komunitas Basecamp Melangkiki Family, atas bantuan kemanusian yang diberikan kepada kami. Bantuan ini sangat berharga bagi kami, dan oleh karena itu, kami berdoa agar Tuhan selalu memberkati Komunitas Basecamp Melangkiki Family melalui tugas dan tanggung jawab pekerjaan yang mereka lakukan,” pungkas KU. (Humas_AN)

 

Sabtu, 09 Desember 2023

SOLIDARITAS KEMANUSIAAN: LAPAS KALABAHI SAMBUT HARI HAM SEDUNIA DENGAN DONOR DARAH

 

Kalabahi, INFO_PAS - Sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kalabahi menyambut Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia yang ke-75 dengan menggelar kegiatan donor darah, bertempat di Aula Lapas Kalabahi, Sabtu (09/12). Kegiatan ini dilaksanakan atas dasar kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Alor dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalabahi.

Aksi donor darah tersebut melibatkan seluruh pegawai Lapas Kalabahi, dan berhasil mengumpulkan 13 kantong darah dari pegawai yang memenuhi syarat untuk didonor. Aksi ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Kepala Kantor Wilayah (Kakanwi) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Nusa Tenggara Timur (NTT), Marciana D. Jone.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kalabahi, Yusup Gunawan, saat menghadiri kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan donor darah yang dilaksanakan merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan jajaran Lapas Kalabahi bagi orang-orang yang membutuhkan tambahan darah.



Ia menekankan pentingnya kontribusi darah dari seluruh jajarannya bagi setiap insan yang mengalami gangguan kesehatan, karena melalui kontribusi tersebut akan menyelamatkan banyak jiwa yang membutuhkan pertolongan.

"Kita adalah makhluk sosial. Makhluk sosial yang tidak hanya berkarya bagi dirinya sendiri, tetapi berkarya bagi orang lain. Melalui sumbangsih darah kita, akan mewujudkan karya itu bagi orang lain, karena mereka merasa tertolong," ujar Yusup.

Yusup lanjut menjelaskan bahwa kegiatan donor darah merupakan kegiatan yang tidak sia-sia, tetapi kegiatan yang memiliki dampak besar bagi pemenuhan Hak Asasi Manusia, yakni hak untuk hidup.

"Kami berharap sumbangsih darah yang kami berikan, dapat bermanfaat bagi banyak orang yang membutuhkan di Kabupaten Alor untuk melanjutkan hidup dan kehidupan mereka bersama keluarga," tandasnya.



Selanjutnya, dalam kesempatan yang sama, Kepala Divisi Penunjang Medis RSUD Kalabahi, Lince Y. E. Blegur, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Lapas Kalabahi yang sudah melaksanakan kegiatan kemanusian tersebut.

"Kegiatan kemanusiaan yang dilakukan Lapas Kalabahi akan sangat membantu banyak orang yang mengalami masalah kesehatan dan membutuhkan tambahan darah. Melalui darah yang disumbangkan, akan meningkatkan Umur Harapan Hidup (UHH) mereka," jelas Lince.

Diakhir penyampaiannya, Lince berharap agar kegiatan donor darah yang dilaksanakan, dapat berkelanjutan untuk membantu menyediakan pasokan darah yang aman dan cukup bagi kebutuhan medis. (Humas_AN)






PERINGATI HARI HAM SEDUNIA, LAPAS KALABAHI BERBAGI KASIH DENGAN SISWA-SISWI DISABILITAS SLBN ALOR

 

Kalabahi, INFO_PAS - Sebagai bentuk penghormatan terhadap Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia yang ke-75, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kalabahi menggelar kegiatan berbagi kasih dengan siswa-siswi disabilitas Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Alor, Sabtu (09/12). Kegiatan berbagi kasih ini mencakup pemberian bingkisan makanan, sebagai bentuk kepedulian dan dukungan dari Lapas Kalabahi terhadap siswa-siswi disabilitas SLBN Alor.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kalabahi, Yusup Gunawan, bersama Kepala Subseksi (Kasubsi) Kegiatan Kerja (Giatja), Abdurrahman Haryono, dan beberapa Staf Pelaksana. Turut serta dalam kegiatan ini Kepala Sekolah (Kepsek) SLBN Alor, Marsellina Nurak, bersama seluruh tenaga pendidik dan 86 siswa-siswi disabilitas.

Dalam sambutannya, Kalapas Kalabahi, Yusup Gunawan, menyampaikan tujuan kehadiran mereka di SLBN Alor adalah untuk berbagi kasih dengan siswa-siswi disabilitas. Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini menjadi momen istimewa untuk memperingati Hari HAM Sedunia ke-75 yang jatuh pada 10 Desember 2023, sekaligus merayakan Hari Disabilitas Internasional pada 3 Desember 2023 dan Hari Natal 25 Desember 2023.




"Anak-anak disabilitas di sini menjadi kewajiban bagi kita semua untuk membina mereka agar mereka memperoleh hak yang sama seperti kita untuk mendapatkan layanan pendidikan yang terbaik. Mereka harus dibimbing, diayomi, diberikan perhatian yang lebih, sehingga dapat bertumbuh dan berkembang selayaknya kita sebagai manusia normal," ujar Yusup.

Lebih lanjut, Yusup menjelaskan bahwa pemerintah saat ini mewajibkan agar seluruh instansi pemerintah yang melaksanakan pelayanan publik, harus memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mengakses layanan selayaknya masyarakat normal dengan menyiapkan berbagai fasilitas yang menjadi kebutuhan mereka, termasuk petugas yang bisa menggunakan bahasa isyarat.

Oleh karena itu, Yusup berharap agar siswa-siswi SLBN Alor harus diperlakukan seperti yang diharapkan pemerintah, karena penyandang disabilitas memiliki hak asasi yang sama seperti masyarakat normal dan merupakan kaum yang tidak boleh dikucilkan.

Pada kesempatan ini, Yusup juga menyampaikan keinginannya untuk memberikan pendidikan dan pelatihan bahasa isyarat kepada beberapa pegawai Lapas Kalabahi, dengan melibatkan tenaga pendidik dari SLBN Alor sebagai instrukturnya. Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas Pelayanan Publik Berbasis HAM (P2HAM) di Lapas Kalabahi.

"Lapas Kalabahi merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di bawah Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur, yang telah melaksanakan Pelayanan Publik Berbasis HAM dengan menyediakan seluruh fasilitas pelayanan publik yang memadai bagi warga binaan dan pengunjung, baik yang disabilitas maupun non disabilitas. Dalam memperlancar pelayanan kami terhadap kaum disabilitas, kami membutuhkan tenaga atau petugas yang bisa menggunakan bahasa isyarat, sehingga petugas kami perlu mengikuti pendidikan dan pelatihan terkait bahasa isyarat," jelasnya.




Sementara itu, Kepsek SLBN Alor, Marsellina Nurak, dalam sambutannya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Kalapas Kalabahi dan jajaran yang telah menyatakan kepedulian mereka terhadap siswa-siswi disabilitas SLBN Alor.

Menurutnya, siswa-siswi disabilitas SLBN Alor adalah anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari semua pihak, sehingga kehadiran Lapas Kalabahi dapat menjawab kebutuhan mereka.

"Mereka memang tidak terlahir sempurna, tetapi mereka ciptaan Tuhan yang harus diperlakukan sempurna selayaknya manusia normal, sehingga uluran tangan yang penuh kasih perlu dirasakan mereka dari kita semua yang memiliki niat yang baik dan tulus," tutur Marsellina.

Marsellina berharap agar kegiatan yang dilakukan Lapas Kalabahi di SLBN Alor, dapat menjadi contoh yang baik bagi instansi lainnya untuk juga memberikan perhatian yang lebih bagi seluruh anak didiknya.



Dari tempat yang berbeda, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Nusa Tenggara Timur, Marciana D. Jone, turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan Lapas Kalabahi di SLBN Alor.

Marciana menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan Lapas Kalabahi tidak hanya menunjukkan semangat kemanusiaan, tetapi juga mengingatkan setiap insan akan pentingnya mendukung hak-hak asasi manusia dan mewujudkan inklusivitas bagi semua lapisan masyarakat. (Humas_AN)








Kamis, 07 Desember 2023

TINGGALKAN KULTUR FEODAL DALAM PELAYANAN PUBLIK



Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H. Laoly kembali mengingatkan seluruh jajaran Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) tentang tugas utama mereka sebagai pelayan publik. Yasonna meminta budaya feodal dalam melayani masyarakat agar ditinggalkan.


Saat mewisuda 310 orang lulusan Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan 295 orang lulusan Politeknik Imigrasi (Poltekim), Yasonna menekankan bahwa mereka adalah calon pemimpin organisasi kedepan, dan harus mampu menjadi contoh (role model) bagi lingkungan sekitar. Bahkan mampu membawa kementerian ini menjadi lebih baik dan bisa memberikan legacy bagi Kemenkumham.

“Saudara-saudara adalah pelayan dan abdi bangsa, bukan bos bangsa, bukan bos rakyat!. Tinggalkan kultur feodal di dalam melakukan pelayanan kepada publik. Saudara adalah pelayan rakyat. Ingat dan cam kan ini!,” tegas Yasonna dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Taruna Poltekip dan Poltekim Angkatan LIV dan Angkatan XXII Tahun 2023.



Sebagai seorang aparatur sipil negara (ASN), para lulusan ini harus bersedia dan siap ditempatkan dimana saja, termasuk jika itu dibutuhkan di pelosok.

“Saudara adalah abdi negara. Sebentar lagi saudara akan menerima surat keputusan saudara ditempatkan. Jangan bersungut-sungut. Kalau saudara ditempatkan jauh nun di sana, itu adalah bagian dari NKRI yang juga kamu harus siap untuk melayaninya,” ujar menkumham di Balai Kartini, Jakarta.

“Matangkan dirimu baik-baik. Tidak ada yang instan, semua harus dipelajari melalui pengalaman yang panjang untuk menjadi seorang pemimpin,” tutupnya, Rabu (06/12/2023).

Sebelumnya, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM (BPSDM), Iwan Kurniawan mengatakan prosesi wisuda ini merupakan puncak kegiatan belajar mengajar selama empat tahun mengikuti proses pendidikan di Poltekip dan Poltekim.

“Selama masa pandemi, proses pembelajaran dilaksanakan secara virtual atau pembelajaran jarak jauh. Sedangkan proses pelatihan dan pengasuhan dilaksanakan bekerja sama dengan kantor wilayah dan unit pelaksana teknis pemasyarakatan dan imigrasi,” jelas Iwan.

Sebanyak 310 orang lulusan yang diwisuda dalam Program Diploma IV Poltekip terdiri dari 96 orang dari Program Studi (Prodi) Manajemen Pemasyarakatan, 117 orang dari Prodi Teknik Pemasyarakatan, dan 97 orang dari Prodi Bimbingan Kemasyarakatan.

Sedangkan 295 orang lulusan yang diwisuda dalam Program Diploma IV Poltekim terdiri dari 42 orang dari Prodi Manajemen Teknologi Keimigrasian, 89 orang dari Prodi Administrasi Keimigrasian, dan 164 orang dari Prodi Hukum Keimigrasian.

Selasa, 05 Desember 2023

TATAP MUKA KADIVMIN NTT DENGAN JAJARAN LAPAS KALABAHI: OPTIMALISASI KINERJA DALAM MENCAPAI TUJUAN, VISI, DAN MISI ORGANISASI



Kalabahi, INFO_PAS - Kepala Divisi Administrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Nusa Tenggara Timur (NTT), Rakhmat Renaldy, melaksanakan tatap muka bersama seluruh jajaran pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kalabahi, Senin (04/12). Pertemuan yang berlangsung di Aula Lapas Kalabahi, dibuka oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kalabahi, Yusup Gunawan.

 

Dalam sambutan pembukaannya, Yusup menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan yang dilakukan oleh Kadivmin di Lapas Kalabahi. "Kami sangat senang dan merasa terhormat atas kehadiran Bapak Kadivmin di tengah-tengah kami. Ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan Lapas Kalabahi," ujar Yusup.

 

Yusup kemudian memaparkan beberapa informasi terkait perombakan bangunan di dalam Lapas. Tujuan utama dari perombakan tersebut adalah untuk memperkuat sistem pengawasan dan meningkatkan sinergitas antar seksi di dalam satu gedung yang sama.

 

"Kami berkomitmen untuk terus berinovasi, termasuk dalam perombakan bangunan tiap bidang yang ada di dalam Lapas. Hal ini kami lakukan agar pengawasan di dalam Lapas semakin ketat dan sinergi antar seksi dan pegawai Lapas Kalabahi semakin baik," ujarnya.

 

Selain itu, Yusup Gunawan juga menyoroti capaian Lapas Kalabahi sejauh ini. Ia menjelaskan tentang berbagai pencapaian yang telah diraih Lapas Kalabahi dan memberikan pandangan terhadap rencana kerja Lapas Kalabahi di masa mendatang.

 

"Kami telah mendapatkan beberapa capain dari hasil kerja kami sejauh ini, diantaranya penghargaan P2HAM yang kami raih tahun ini di Jakarta. Namun kami sadar masih banyak hal yang perlu ditingkatkan. Kami memiliki rencana kerja tahun 2024, kami berharap dapat meraih pembangunan Zona Intergritas menuju WBK dan WBBM. Kami harap dapat mendapatkan nilai yang maksimal,” tambahnya.

 

Lebih lanjut, Yusup Gunawan mengungkapkan rencana Lapas Kalabahi dalam memaksimalkan sistem pengamanan di dalam Lapas. "Sistem pengamanan merupakan hal krusial di dalam Lapas. Maka dari itu kami ingin memaksimalkannya dengan membangun pagar pembatas antara blok dan juga memperluas tembok keliling secara permanen,” pungkas Yusup.

 

Kadivmin Kemenkumham NTT, Rakhmat Renaldy, turut memberikan apresiasi terhadap Lapas Kalabahi. Dalam pernyataannya, Renaldy mengungkapkan, "Saya sangat kagum dengan inovasi yang terus dilakukan oleh Lapas Kalabahi di dalam keterbatasan dan potensi yang ada. Ini menunjukkan dedikasi yang tinggi dari seluruh pegawai," ujarnya.

 

Renaldy juga memberikan motivasi dan semangat kepada seluruh pegawai Lapas Kalabahi. "Saya yakin, dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, Lapas Kalabahi dapat mencapai semua tujuan dan harapan yang telah ditetapkan. Mari bersama-sama berkontribusi untuk mewujudkan visi dan misi Lapas Kalabahi," tambahnya.

 

Kegiatan tatap muka ini juga menjadi atensi dari Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham NTT, Marciana D. Jone. Marciana dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan semua pegawai di lingkup Kemenkumham untuk saling bekerjasama dalam mewujudkan visi dan misi organisasi.

 

Tatap muka ini diharapkan dapat membangkitkan semangat seluruh pegawai Lapas Kalabahi dalam memaksimalkan kinerja mereka demi mencapai tujuan visi dan misi Lapas Kalabahi. Dengan sinergi yang kuat antara pimpinan dan pegawai, Lapas Kalabahi optimis dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan yang lebih baik. (Humas_AF) 

PIMPIN APEL PAGI, KADIVMIN NTT APRESIASI KINERJA DAN PRESTASI YANG DIRAIH JAJARAN LAPAS KALABAHI


Kalabahi, INFO_PAS - Dalam rangka kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kalabahi, Kepala Divisi Administrasi (Kadivmin) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Nusa Tenggara Timur (NTT), Rakhmat Renaldy, mengambil alih apel pagi dan memberikan pengarahan kepada seluruh jajaran Lapas Kalabahi, Senin (04/12).

Turut hadir dalam apel pagi tersebut, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kalabahi, Yusup Gunawan, yang saat itu berdiri mendampingi Kadivmin Kanwil Kemenkumham NTT, dan Tim Divisi Administrasi, sebanyak 3 (tiga) orang, diantaranya Ariany D. Marambadjawa, Henry Sau Sabu, dan Jhopy P. Sihotang, yang berdiri dalam barisan pegawai Lapas Kalabahi.

Dalam amanatnya, Kadivmin Kanwil Kemenkumham NTT, Rakhmat Renaldy, menyampaikan rasa syukurnya, dapat melaksanakan kunjungan kerja dan bergabung bersama jajaran Lapas Kalabahi dalam apel pagi bersama.

"Ucapan rasa syukur saya, karena dalam kesempatan baik ini, saya bisa bergabung melaksanakan kunjungan kerja sekaligus
bisa apel bersama jajaran Lapas Kalabahi dalam suasana cerah mewarnai momentum kita pagi ini. Saya pikir ini akan mewakili kebahagiaan kita bersama," ujar Renaldy.

Mewakili Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham NTT, Marciana D. Jone, dalam kesempatan ini, Renaldy juga ingin melihat dan merasakan langsung kebahagiaan bersama Kalapas Kalabahi dan jajaran yang sudah mengambil langkah maju dalam beberapa kesempatan waktu lalu.



Menurutnya, Lapas Kalabahi telah membangun torehan kebanggaan dengan prestasi yang diraih beberapa waktu lalu, yakni sebagai satuan kerja berpredikat Pelayanan Publik Berbasis Hak Asasi Manusia (P2HAM) 3 terbaik nasional dari 682 satuan kerja Pemasyarakatan yang ada di Indonesia.

"Saya sangat mengapresiasi kinerja dan prestasi yang diraih Pak Kalapas Kalabahi dan jajaran, sehingga hari ini merupakan kesempatan yang baik bagi saya untuk melihat situasi, suasana, dan bagaimana teman-teman berkarya di sini. Saya ingin merasakan bersama bagaimana motivasi kepemimpinan yang dibangun oleh Pak Kalapas dalam melakukan suatu perubahan yang signifikan dalam waktu yang cukup singkat, kurang lebih satu tahun berjalan. Ini hal yang sungguh luar biasa, karena walaupun Lapas Kalabahi berada di daerah kepulauan Nusa Tenggara Timur, teman-teman masih bisa berkarya, bisa menyesuaikan dengan kondisi yang ada untuk meraih prestasi yang membanggakan," ungkapnya.

Selanjutnya, Renaldy berharap agar prestasi yang telah diraih Lapas Kalabahi, dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan, karena melalui prestasi tersebut akan menjadikan Lapas Kalabahi sebagai satuan kerja percontohan di lingkungan Kanwil Kemenkumham NTT, dan sebagai lokasi studi tiru bagi satuan kerja lainnya.

Lebih lanjut, Renaldy berbicara mengenai konsep pembangunan organisasi Kemenkumham sesuai dengan tata nilai Kemenkumham, yakni PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif). Ia minta agar seluruh jajaran Lapas Kalabahi dapat menerapkan tata nilai PASTI dalam memberikan pelayanan publik yang baik dan berkualitas bagi warga binaan dan masyarakat.





"Lapas Kalabahi memiliki 75 orang personil dengan karakter dan ciri khas yang berbeda. Namun, dipersatukan dengan kekompakan, seragam, dan frekuensi yang sama dan luar biasa, sehingga bisa mewakili Kemenkumham NTT dan mewakili 64 ribu pegawai Kemenkumham seluruh Indonesia untuk menggapai prestasi. Ini berarti bahwa budaya kerja yang ada di Lapas Kalabahi sudah baik dan harus dipertahankan," tutur Renaldy.

Diakhir penyampaiannya, Renaldy berharap agar seluruh jajaran Lapas Kalabahi dapat membangun budaya kerja yang baik, dimulai dari knowing yang mewajibkan seluruh pegawai untuk mengetahui program kerja melalui kampanye, doing yang mewajibkan seluruh pegawai untuk melakukan yang diketahui secara bersama-sama, karena kesuksesan tidak diperoleh dari kerja sendiri (superman), tetapi diperoleh dari kerja sama (superteam), serta being yang mewajibkan seluruh pegawai dapat membuat segala hal yang dilakukan menjadi kebiasaan, melekat dalam diri, dan meningkatkan rasa percaya diri yang tinggi. 

Sementara itu, Kalapas Kalabahi, Yusup Gunawan, usai apel pagi menanggapi penyampaikan Kadivmin Kanwil Kemenkumham NTT. Yusup menyatakan bahwa kehadiran Kadivmin Kanwil Kemenkumham NTT di Lapas Kalabahi membawa semangat baru, karena memberikan dukungan yang mendorong Lapas Kalabahi untuk terus maju dan berada pada posisi terbaik.

Oleh karena itu, Yusup menegaskan bahwa ia akan menindaklanjuti penyampaian Kadivmin Kanwil Kemenkumham NTT dengan mendorong jajarannya untuk sama-sama bergerak maju dengan tetap mempertahankan kinerja dan prestasi yang sudah diraih untuk mampu meraih berbagai prestasi lainnya.

"Kekompakan antar pegawai sudah kami bangun. Visi dan misi kita tentunya sama untuk kemajuan Pemasyarakatan. Kami masih perlu penyatuan persepsi setiap saat untuk dapat mempertahankam kinerja dan prestasi yang diraih sebagai acuan untuk meraih prestasi-prestasi lainnya," tandas Yusup.

Melalui predikat P2HAM yang telah diraih Lapas Kalabahi, Yusup juga menyerukan rasa optimisnya bersama seluruh jajaran untuk membawa Lapas Kalabahi meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada tahun 2024.

"Kalau tahun ini dengan segala keterbatasn kami bisa meraih predikat P2HAM, maka tahun depan saya pastikan Lapas Kalabahi bisa meraih predikat WBK," pungkasnya. (Humas_AN)

Sabtu, 02 Desember 2023

LAPAS KALABAHI TERIMA KUNJUNGAN BAKSOS PENGOBATAN GRATIS DARI APOTEK ALOR GRESIA FARMA UNTUK WARGA BINAAN

 

Kalabahi, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kalabahi menerima kunjungan Bakti Sosial (Baksos) pengobatan gratis dari Apotek Alor Gresia Farma untuk seluruh warga binaan, Sabtu (02/12). Kunjungan Baksos ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Apotek Alor Gresia Farma yang ke-6 tahun, tepat hari ini.

 

Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Gereja Zoar Lapas Kalabahi, yang dimulai dengan pemeriksaan dan diagnosis penyakit yang dialami warga binaan, serta pengobatan dan pemberian vitamin kepada mereka.

 

Dalam kesempatan ini, Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binadikgiatja), Muhammad R. Gorjie, yang saat itu mewakili Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kalabahi, Yusup Gunawan, menerima kunjungan pihak Apotek Alor Gresia Farma dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada mereka, karena telah memilih Lapas Kalabahi sebagai objek pelaksanaan kegiatan Baksos tersebut.

 

"Warga binaan Lapas Kalabahi tentunya menjadi kelompok yang sangat membutuhkan kepedulian dari seluruh pihak. Kepedulian pihak Apotek Alor Gresia Farma dalam bidang kesehatan sangat dibutuhkan mereka, karena Lapas Kalabahi sendiri sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak yang ingin melakukan kontribusi positif bagi seluruh warga binaan," ujar Gorjie.

 

Gorjie berharap kegiatan ini menjadi awal pertemuan dan kerja sama yang baik antara Apotek Alor Gresia Farma dengan Lapas Kalabahi untuk menjamin kualitas kesehatan warga binaan. Menurutnya, hal ini sesuai dengan harapan Kalapas Kalabahi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Nusa Tenggara Timur (NTT), Marciana D. Jone.


"Atas nama pimpinan dan seluruh jajaran Lapas Kalabahi, kami menyampaikan selamat ulang tahun ke-6 bagi Apotek Alor Gresia Farma. Semakin sukses dan mampu memenuhi kebutuhan obat-obatan dan vitamin bagi masyarakat Kabupaten Alor," ucapnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Apoteker Lusia Gorantokan, selaku pemilik Apotek Alor Gresia Farma, menyampaikan bahwa tujuan dilakukannya Baksos dimaksud adalah sebagai wujud rasa syukur ia bersama pihaknya, karena apotek yang dirintisnya telah mencapai usia 6 tahun dengan berbagai profit yang diperoleh.

 

"Kami memilih Lapas Kalabahi sebagai objek kami, karena sejujurnya kami merasa warga binaan yang ada di Lapas Kalabahi sangat membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan kesehatan. Harapan kami mudah-mudahan sentuhan kasih dari kami terhadap warga binaan di sini, dapat bermanfaat bagi peningkatan derajat kesehatan mereka," tutur Lusia.

 

Di sisi lain, salah seorang warga binaan berinisial FR, mewakili teman-temannya menyampaikan ucapan terima kasih yang besar kepada pihak Apotek Alor Gresia Farma atas kepedulian dan niat baik yang dilakukan terhadap mereka.


"Kami memang pernah berbuat salah, sehingga menurunkan kepercayaan keluarga bahkan masyarakat terhadap kami, tetapi kami bersyukur kepada Tuhan, karena masih banyak pihak yang mempedulikan kami, salah satunya Apotek Alor Gresia Farma. Kami berdoa agar Apotek Alor Gresia Farma dapat semakin sukses, dan kembali memperhatikan kami di lain kesempatan," pungkas FR. (Humas_AN)