Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Meningkatkan produktivitas dan keahlian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Kalabahi melalui pelatihan kerja bersertifikat.

Deklarasi Janji Kinerja Tahun Berjalan

Komitmen seluruh jajaran Lapas Kelas IIB Kalabahi menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Layanan Kunjungan Tatap Muka

Memberikan pelayanan prima dan humanis bagi keluarga Warga Binaan dengan tetap menerapkan standar operasional prosedur yang berlaku.

Razia Rutin Blok Hunian

Mendeteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas serta mewujudkan Zero Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba).

Pembinaan Kerohanian WBP

Pemenuhan hak ibadah bagi Warga Binaan Pemasyarakatan untuk membentuk mental dan spiritual yang lebih baik.

Rabu, 06 November 2024

Dukung Ketahanan Pangan Warga Binaan, Kalapas Kalabahi Ajak Jajaran Tinjau Lahan Pertanian yang Baru


Kalabahi, INFO_PAS - Dalam rangka menjaga ketahanan pangan Warga Binaan yang merupakan salah satu implementasi dari kegiatan rencana aksi 100 hari kerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Kalabahi, Yusup Gunawan, mengajak jajaran untuk melakukan peninjauan lahan pertanian baru seluas 2 hektar di area depan Lapas Kalabahi, Rabu (06/11).

 

Dalam peninjauannya, Kalapas Kalabahi, Yusup Gunawan, berdiskusi kepada salah seorang masyarakat sekitar untuk bekerja sama dalam proses pembukaan lahan baru tersebut dengan menggunakan skema pinjam pakai.

 

"Besar harapan saya agar pembukaan lahan pertanian yang baru ini dapat menjadi sarana pembinaan yang positif bagi Warga Binaan dan dapat memberi banyak manfaat melalui hasil pertanian baik bagi lapas, Warga Binaan, ataupun masyarakat sekitar," ucap Yusup.

 

Marciana Atabike yang merupakan salah satu masyarakat yang tinggal di sekitar lahan baru tersebut, mengutarakan dukungannya atas usaha Lapas Kalabahi untuk mengembangkan lahan pertaniannya. "Saya siap mendukung rencana yang baik ini dan berharap agar pembukaan lahan ini dapat diberikan kelancaran dan menambah nilai kebermanfaatan bagi semua orang," ucapnya.

 

Seusai berdiskusi, Kalapas Kalabahi, Yusup Gunawan, bersama jajaran berkeliling meninjau secara langsung kondisi lahan pertanian tersebut. Menurut Yusup, lahan ini perlu dibersihkan dan dikelola dengan baik. Ia juga yakin kalau lahan ini akan menjadi tempat yang ideal untuk melaksanakan kegiatan pertanian karena didukung oleh kondisi alam yang subur dan air yang memadai. (Humas_FW)

Optimalisasi Produktifitas Pertanian, Kalapas Kalabahi Gelar Rapat bersama Jajaran Kasi dan Staf Giatja


Kalabahi, INFO_PAS - Seusai pelaksanaan apel pagi pegawai, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Kalabahi, Yusup Gunawan, memimpin jajaran Kepala Seksi (Kasi) dan Staf Kegiatan Kerja (Giatja) di depan Halaman Lapas Kalabahi untuk membahas rencana optimalisasi produktivitas bidang pertanian di Lapas Kalabahi pada hari Rabu (06/11).

 

Dalam rapat tersebut, Yusup, memberikan pendapat bahwa untuk mengoptimalkan produktivitas bidang pertanian di Lapas Kalabahi perlu dibuka lahan pertanian yang baru agar hasil pangan yang diperoleh juga semakin besar. Yusup juga menambahkan bahwa perlu ditambahkan beberapa Warga Binaan Asimilasi untuk turut berkontribusi pembukaan lahan tersebut sekaligus mengelolanya.

 

"Dalam rapat ini saya mengharapkan agar lahan pertanian kita dapat semakin luas sehingga semakin meningkatkan ketahanan pangan di dalam lapas yang merupakan salah satu implementasi dari rencana aksi 100 hari kerja Kemenimpas," ujar Yusup.

 

Sependapat dengan ucapan diatas, Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Narapidana, Anak Didik, dan Kegiatan Kerja (Binadikgiatja), Yosep Carnus, mengungkapkan bahwa ia siap mendukung dan mengarahkan jajaran Giatja untuk membantu dalam rencana perluasan lahan pertanian ini.

 

Lebih lanjut, Yosep juga berkata, "Kualitas produktivitas pertanian akan berpengaruh terhadap ketahanan pangan di dalam lapas yang tentunya dapat meningkatkan kestabilan dan keamanan dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan."

 

Diharapkan hasil dari rapat ini dapat memberikan angin segar terhadap perkembangan bidang pertanian di Lapas Kalabahi sehingga mampu menciptakan program pembinaan terhadap Warga Binaan yang berkualitas serta memperkuat kestabilan pangan di lapas. (Humas_FW)

Selasa, 05 November 2024

Wujud Pelayanan Prima kepada Warga Binaan, Lapas Kalabahi Gelar Pemeriksaan Kesehatan bersama RSB Mola


Kalabahi, INFO_PAS - Sebagai langkah dalam memberikan hak pelayanan kesehatan kepada Warga Binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kalabahi bekerjasama dengan Rumah Sakit Bergerak (RSB) Mola menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan kepada Warga Binaan yang bertempat di depan Gereja Zoar Lapas Kalabahi, Selasa (05/11).

 

Menurut Kepala Lapas (Kalapas) Kalabahi, Yusup Gunawan, Warga Binaan memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik tanpa terkecuali. "Saya menjamin bahwa di Lapas Kalabahi, seluruh Warga Binaan memperoleh pelayanan kesehatan yang terbaik. Untuk memenuhi hal tersebut kami sudah menyiapkan berbagai obat-obatan dan siap bekerjasama dengan pihak luar untuk melayani Warga Binaan," tambahnya.

 

Kegiatan tersebur melibatkan 7 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) yang dipimpin oleh 1 orang dokter dari RSB Mola, Clara Obisoru. Pemeriksaan ini meliputi pengecekan tekanan atau tensi darah serta pengecekan kondisi Warga Binaan yang mengalami penyakit demam, batuk, dan pilek.

 

Clara juga mengungkapkan, "Cuaca akhir-akhir ini kurang bagus, jadi saya berpesan kepada Warga Binaan agar senantiasa menjaga kebersihan serta rajin mengkonsumsi makanan yang bergizi. Kebersihan kamar juga tidak kalah penting, karena itu adalah tempa tinggal kalian selama disini."

 

Pelaksanaan kegiatan membawa angin segar bagi Warga Binaan di Lapas Kalabahi, seperti halnya salah seorang Warga Binaan berinisial YG, yang mengapresiasi keseriusan Lapas Kalabahi dalam memenuhi Hak Warga Binaan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal. (Humas_FW)

Tindak Lanjuti Rencana Aksi Kerja, Kalapas Kalabahi Pimpin dan Berikan Arahan Penting Kepada Pejabat Struktural

Kalabahi, INFO_PAS - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Kalabahi, Yusup Gunawan, menggelar rapat bersama jajaran Pejabat Struktural untuk membahas tindak lanjut rencana aksi 100 hari kerja Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) di Ruang Sekretariat Zona Integritas (ZI) pada pada hari Selasa (05/11).

 

Di kesempatan tersebut, Yusup Gunawan, memberikan pengarahan kepada seluruh Pejabat Struktural di setiap bidang agar dapat segera melaksanakan rencana aksi tersebut sesuai dengan bidang tugas masing-masing.

 

"Segera rancang dan tindak lanjuti rencana aksi kerja ini. Untuk bidang KPLP dan Kamtib agar senantiasa rutin menjaga keamanan dan kenyamanan di dalam lapas dengan rutin menyelenggarakan penggeledahan yang melibatkan pihak luar yaitu TNI dan Polri," ujar Yusup.

 

Melanjutkan hal diatas, Yusup juga menyampaikan untuk bidang Tata Usaha (TU) agar mempersiapkan laporan akhir tahun di masa transisi ini.

 

Lebih lanjut, Yusup juga menyampaikan agar jajaran Pembinaan Narapidana, Anak Didik, dan Kegiatan Kerja (Binadikgiatja) dapat memaksimalkan program asimilasi terkhusus di bidang pertanian sehingga dapat menjaga ketahanan pangan di lapas.

 

Senada dengan hal diatas, Yusup juga berkata," Untuk jajaran Binadikgiatja agar memperhatikan pelayanan terhadap Warga Binaan terkhusus di kesehatan. Optimalkan juga program pembinaan rohani kepada Warga Binaan dengan terus melibatkan pihak eksternal dalam pelaksanaannya." (Humas_FW)

Raker Perdana dengan Komisi XIII DPR RI, Supratman Bahas Fokus Kerja Kementerian Hukum


Jakarta - Menteri Hukum, Supratman, menghadiri Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Senin (4/11/2024). Ini merupakan rapat perdana Menteri Hukum bersama DPR sejak dibentuknya Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto.

 

Dalam raker ini, Supratman dan anggota Komisi III membahas fokus kerja Kementerian Hukum pasca pemisahan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menjadi tiga kementerian.

 

Supratman menyampaikan, bahwa saat ini Kemenkumham  sedang berada dalam masa transisi pasca pemisahan menjadi tiga kementerian. Tim transisi Kemenkumham menargetkan penyelesaian kelembagaan pada Juni tahun 2025.

 

Selain itu, pihaknya saat ini tengah fokus membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Upaya ini dimulai sejak perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hingga pembangunan sistem merit sebagai dasar pengembangan karir pegawai yang adil dan sesuai kompetensi.

 

“Memastikan rekrutmen CPNS yang saat ini sedang berlangsung dengan lancar, karena merupakan bagian awal penentuan kualitas SDM. Kualitas SDM menentukan keberhasilan organisasi,” ujar Supratman di ruang rapat Gedung Nusantara II DPR RI.

 

Di bidang regulasi, lanjut Supratman, Kementerian Hukum fokus melakukan reviu terhadap seluruh peraturan perundang-undangan agar selaras mendukung Indonesia Emas 2045.

 

“Kementerian Hukum melakukan reviu terhadap seluruh Undang-undang, peraturan pemerintah, agar dilakukan sinkronisasi dan harmonisasi, supaya satu langkah menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

 

Sementara itu, Anggota Komisi XIII, Al Muzzammil Yusuf, meminta Kementerian Hukum memperhatikan aspek meaningful participation dalam pembentukan Undang-Undang. Anggota fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini mengingatkan bahwa partisipasi publik dalam pembentukan produk hukum telah menjadi putusan Mahkamah Konstitusi.

 

Di samping itu, anggota komisi XIII, Ali Mazi, menginginkan peningkatan fungsi pembinaan hukum nasional. Menurutnya, pembinaan hukum nasional memberikan dampak positif sejak tahun 1990-an.

 

Mantan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, turut menyampaikan pandangan dalam raker ini. Anggota fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini mengharapkan penempatan pegawai-pegawai yang berintegritas dan memiliki pengetahuan luas pada setiap satuan kerja Kementerian Hukum, khususnya Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) dan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (KI).

 

“Kami menitipkan orang-orang yang kredibel, berintegritas, dan memiliki kedalaman pengetahuan. Jika orang tidak mempunyai integritas maka akan menimbulkan persoalan besar,” pinta Yasonna.

 

Menanggapi masukan dari anggota Komisi XIII DPR, Supratman memastikan bahwa Kementerian Hukum akan meneruskan kinerja baik yang telah diwariskan oleh menteri-menteri sebelumnya. Sebagai contoh, penyatuan Politeknik Imigrasi dan Politeknik Ilmu Pemasyarakatan menjadi Politeknik Pengayoman Indonesia. Ia menjelaskan, tim Kementerian Hukum sedang menyiapkan naskah akademik untuk menambahkan prodi baru, diantaranya terkait peraturan perundang-undangan, kekayaan intelektual, bahkan Hak Asasi Manusia.

 

“Semua yang baik pasti kami lanjutkan, termasuk keberadaan Politeknik Pengayoman Indonesia. Kementerian PANRB sudah menyetujui agar Politeknik berada dalam satu atap di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum. BPSDM sedang menyiapkan naskah akademik untuk menyiapkan prodi yang baru,” jelasnya.

Senin, 04 November 2024

Jamin Hak Warga Binaan, Jajaran Binadikgiatja Lapas Kalabahi Berikan Pengarahan Layanan Kesehatan


Kalabahi, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kalabahi senantiasa berkomitmen dalam menjamin hak-hak Warga Binaanya terkhususnya dalam hal kesehatan, untuk mewujudkan hal tersebut jajaran bidang Pembinaan Narapidana, Anak Didik, dan Kegiatan Kerja (Binadikgiatja) yang dipimpin oleh Kepala Seksi (Kasi) Binadikgiatja, Yosef Carnus, memberikan Pengarahan terkait pelayanan kesehatan kepada Warga Binaan di Gereja Zoar Lapas Kalabahi pada hari Senin (04/11).

 

Dalam pengarahannya tersebut, Yosef menyampaikan bahwa setiap Warga Binaan yang ada di Lapas Kalabahi memilki hak yang sama dalam memperoleh layanan kesehatan. Ia juga menghimbau agar Warga Binaan dapat menjaga kebersihan diri maupun kamar hunian agar tercipta lingkungan tinggal yang nyaman dan bebas dari penyebaran penyakit.

 

Melanjutkan hal tersebut, Yosef mengatakan, "Saya berkomitmen untuk menjamin hak saudara sekalian dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal. Saya juga meminta tolong agar saudara sekalian dapat lebih memperhatikan terkait kualitas kebersihan diri ataupun tempat sekitar dan tempat tinggal."

 

Momen pengarahan ini menjadi kesempatan bagi Warga Binaan untuk memperoleh pemahaman dan edukasi terkait pentingnya menjaga kebersihan diri maupun lingkungan sekitar.

 

Lebih lanjut, Kasi Binadikgiatja, Yosef Carnus juga menyampaikan terkait kebersihan dan pemberian layananan makanan kepada Warga Binaan agar selalu dijaga kebersihan dan mengikuti prosedur yang berlaku mulai dari proses memasak hingga pendistribusian makanan.

 

Turut berbicara juga, Staf Perawatan, Adryan H. Kolly, yang menyampaikan pesan kepada Warga Binaan agar jika mengalami masalah kesehatan agar dapat segera dikomunikasikan kepada bagian penjagaan dan juga perawatan sehingga nantinya dapat diberikan penanganan lebih lanjut yang tentunya mengikuti prosedur yang berlaku. (Humas_FW)

Sabtu, 02 November 2024

Realisasikan Rencana Aksi Kerja, Kasi Binadikgiatja Lapas Kalabahi Pimpin Rapat Internal Bersama Jajaran

 

Kalabahi, INFO_PAS - Bertempat di ruangan Registrasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kalabahi, Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Narapidana, Anak Didik, dan Kegiatan Kerja (Binadikgiatja), Yosef Carnus, menggelar Rapat Internal bersama jajarannya dalam rangka membahas realisasi rencana aksi 100 hari kerja Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) terkhusus di bidang Binadikgiatja, Sabtu (02/11).

Dalam rapat tersebut, Yosef Carnus, meminta jajaran di bidang Binadikgiatja agar menciptakan suasana pembinaan yang positif bagi Warga Binaan. Yosef juga mengungkapkan bahwa fokus pembahasan rapat kali ini mengerucut pada salah satu kegiatan yang akan dilakukan Menimipas dalam 100 hari masa kerja terkhusus di bidang Pemasyarakatan yaitu memberdayakan Warga Binaan untuk mendukung ketahanan pangan.

 

"Menurut saya, dalam segi pemberdayaan Warga Binaan di Lapas Kalabahi sudah optimal, namun perlu diperhatikan lagi untuk memperhatikan aspek kesejahteraan Warga Binaan seperti pemberian upah kerja, keamanan kerja, dan hasil dari Kegiatan Kerja untuk mendukung ketahanan pangan di Lapas," ucap Yosef.

 

Lapas Kalabahi memilki sektor perkebunan dan pertanian yang  berjalan dengan kualitasnya baik yaitu di Kebun Dinas Mola dan Kadelang yang dikelola langsung oleh Lapas Kalabahi. Hal tersebut merupakan bukti komitmen lapas dalam proses pemberdayaan Warga Binaan dan menjaga ketahanan pangan di lapas.

 

Diharapkan hasil rapat ini dapat memberikan inovasi yang baru dalam pelaksanaan program pemberdayaan Warga Binaan sehingga hasil dari proses tersebut dapat dimanfaatkan untuk bersama dalam bentuk produk maupun hasil pangan. (Humas_FW)