Kamis, 01 Oktober 2026

Dukung Program Pembinaan, Lapas Kalabahi Bagikan Premi ke Warga Binaan Asimilasi

 




Kalabahi, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kalabahi kembali membuktikan komitmennya dalam menjalankan program pembinaan kemandirian yang produktif. Kepala Lapas (Kalapas) Kalabahi, M. Arfandy, memimpin langsung jalannya evaluasi dan persiapan penyerahan premi atau upah kerja bagi warga binaan yang tergabung dalam program asimilasi kerja, Kamis (01/09).

 

Kegiatan ini diawali dengan koordinasi di ruang kerja Kalapas. M. Arfandy didampingi secara langsung oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadikgiatja), Suryanto Ahmad, serta Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP), Roby Eduard Therik. Ketiganya memastikan kelancaran administrasi, meninjau capaian target, dan mencocokkan besaran upah dengan hasil produksi yang telah dicapai para warga binaan. Setelah koordinasi tuntas, pimpinan beserta jajaran beranjak menuju area kegiatan kerja untuk menyerahkan premi.

 

Setibanya di lokasi, suasana hangat dan penuh antusiasme menyelimuti proses penyerahan upah kerja tersebut. Warga binaan asimilasi, yang mayoritas dipekerjakan pada pos produksi pembuatan batako, menerima hasil keringat mereka secara langsung. Sistem pembagian hasil produksi ini dilakukan secara transparan sesuai regulasi Pemasyarakatan, di mana sebagian disetor sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan sebagian lainnya murni menjadi premi bagi warga binaan.

 

Dalam arahannya, M. Arfandy menegaskan bahwa pemberian premi ini merupakan bentuk nyata pemenuhan hak sekaligus apresiasi institusi. "Premi ini adalah hak mutlak kalian atas dedikasi dan kerja keras yang telah ditunjukkan. Kami berharap upah ini menjadi motivasi agar kalian terus berkarya, membekali diri dengan keterampilan nyata, dan menjaga kedisiplinan. Ini adalah bekal penting ketika kalian kembali ke masyarakat nanti," ujar Kalapas.

 

Suryanto Ahmad dan Roby Eduard Therik turut menambahkan arahan agar warga binaan tetap disiplin menjaga keamanan, ketertiban, serta mempertahankan kualitas batako yang selama ini telah dipercaya oleh konsumen di sekitar Kalabahi.

 

Raut wajah bahagia tak dapat disembunyikan oleh para penerima upah. Musa Mail, seorang warga binaan yang sehari-hari bertugas di unit pembuatan batako, mengaku sangat bersyukur dan merasa dihargai atas tenaga yang ia keluarkan selama menjalani masa pidana.

 

"Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Kalapas dan seluruh jajaran atas bimbingannya. Premi ini sangat berarti bagi saya pribadi. Selain membuktikan bahwa kami masih bisa berguna dan produktif, upah ini juga bisa saya tabung dan kirimkan untuk keperluan keluarga di rumah. Kerja mencetak batako memang menguras tenaga, tetapi kalau dihargai dan diperhatikan seperti ini, rasa lelah itu hilang," ungkap Musa penuh haru. (Humas_FW)

0 komentar:

Posting Komentar