Kalabahi, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kalabahi
kembali membuktikan komitmennya dalam menjalankan program pembinaan kemandirian
yang produktif. Kepala Lapas (Kalapas) Kalabahi, M. Arfandy, memimpin langsung
jalannya evaluasi dan persiapan penyerahan premi atau upah kerja bagi warga
binaan yang tergabung dalam program asimilasi kerja, Kamis (01/09).
Kegiatan ini diawali dengan koordinasi di ruang kerja Kalapas. M. Arfandy
didampingi secara langsung oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik
dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadikgiatja), Suryanto Ahmad, serta Kepala Kesatuan
Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP), Roby Eduard Therik. Ketiganya
memastikan kelancaran administrasi, meninjau capaian target, dan mencocokkan
besaran upah dengan hasil produksi yang telah dicapai para warga binaan.
Setelah koordinasi tuntas, pimpinan beserta jajaran beranjak menuju area
kegiatan kerja untuk menyerahkan premi.
Setibanya di lokasi, suasana hangat dan penuh antusiasme menyelimuti proses
penyerahan upah kerja tersebut. Warga binaan asimilasi, yang mayoritas
dipekerjakan pada pos produksi pembuatan batako, menerima hasil keringat mereka
secara langsung. Sistem pembagian hasil produksi ini dilakukan secara
transparan sesuai regulasi Pemasyarakatan, di mana sebagian disetor sebagai
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan sebagian lainnya murni menjadi premi
bagi warga binaan.
Dalam arahannya, M. Arfandy menegaskan bahwa pemberian premi ini merupakan
bentuk nyata pemenuhan hak sekaligus apresiasi institusi. "Premi ini
adalah hak mutlak kalian atas dedikasi dan kerja keras yang telah ditunjukkan.
Kami berharap upah ini menjadi motivasi agar kalian terus berkarya, membekali
diri dengan keterampilan nyata, dan menjaga kedisiplinan. Ini adalah bekal
penting ketika kalian kembali ke masyarakat nanti," ujar Kalapas.
Suryanto Ahmad dan Roby Eduard Therik turut menambahkan arahan agar warga
binaan tetap disiplin menjaga keamanan, ketertiban, serta mempertahankan
kualitas batako yang selama ini telah dipercaya oleh konsumen di sekitar
Kalabahi.
Raut wajah bahagia tak dapat disembunyikan oleh para penerima upah. Musa
Mail, seorang warga binaan yang sehari-hari bertugas di unit pembuatan batako,
mengaku sangat bersyukur dan merasa dihargai atas tenaga yang ia keluarkan
selama menjalani masa pidana.
"Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Kalapas dan seluruh jajaran atas bimbingannya. Premi ini sangat berarti bagi saya pribadi. Selain membuktikan bahwa kami masih bisa berguna dan produktif, upah ini juga bisa saya tabung dan kirimkan untuk keperluan keluarga di rumah. Kerja mencetak batako memang menguras tenaga, tetapi kalau dihargai dan diperhatikan seperti ini, rasa lelah itu hilang," ungkap Musa penuh haru. (Humas_FW)




0 komentar:
Posting Komentar