Kalabahi, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kalabahi
menggelar kegiatan sosialisasi tugas dan fungsi pemasyarakatan di Kantor
Kelurahan Nusa Kenari. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut langsung dari
arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) terkait program pembinaan
"1 Lapas/Rutan/LPKA/Bapas Membina 1 Desa/Kelurahan Terdekat". Program
strategis ini hadir sebagai wujud nyata dukungan instansi terhadap Asta Cita
Presiden Republik Indonesia, sekaligus implementasi dari 15 Program Aksi
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Selasa (26/05).
Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini dipimpin langsung oleh
Kepala Lapas (Kalapas) Kalabahi, M. Arfandy. Turut mendampingi dalam acara
tersebut Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi
Binadikgiatja), Suryanto Ahmad. Acara ini juga dihadiri oleh jajaran pegawai
Kelurahan Nusa Kenari serta perwakilan warga setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Lurah Nusa Kenari, Bay M.
Yeverzon Nilak, yang menyambut antusias program tersebut. Acara kemudian
dilanjutkan dengan sambutan dari Kalapas, yang disusul oleh penyampaian materi
inti terkait tugas pokok dan fungsi Lapas oleh Kasi Binadikgiatja, Suryanto
Ahmad. Antusiasme masyarakat terlihat pada sesi tanya jawab. Berbagai
pertanyaan kritis dan rasa ingin tahu dari warga dijawab dengan sangat baik,
ramah, dan komprehensif oleh Kalapas M. Arfandy.
Menanggapi kegiatan ini, Kalapas M. Arfandy menyampaikan pandangannya.
"Program ini adalah jembatan untuk mendekatkan pemasyarakatan dengan
masyarakat luas. Kami ingin mengedukasi warga sekaligus membina wilayah sekitar
agar tercipta lingkungan yang sadar hukum dan mendukung penuh reintegrasi
sosial warga binaan. Hal ini sangat sejalan dengan visi Asta Cita Presiden dan
program aksi Menimipas," tegasnya.
Lurah Nusa Kenari, Bay M. Yeverzon Nilak, turut memberikan apresiasi.
"Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi Lapas Kalabahi yang telah
memilih Nusa Kenari sebagai kelurahan binaan. Edukasi ini membuka wawasan warga
kami tentang apa yang sebenarnya terjadi di dalam Lapas dan bagaimana kita di
luar bisa bersinergi dengan baik," ungkap Bay.
Perubahan pandangan juga dirasakan oleh masyarakat. Salah seorang warga, Nathan, membagikan kesannya. "Awalnya saya kira Lapas itu tempat yang menyeramkan dan tertutup. Setelah ikut sosialisasi ini, saya jadi paham bahwa di sana ada banyak pembinaan keterampilan untuk bekal mereka bebas nanti. Penjelasan Bapak Kalapas sangat jelas dan benar-benar merubah pandangan kami menjadi lebih positif," ujarnya antusias. (Humas_FW)




0 komentar:
Posting Komentar