Kalabahi, INFO_PAS - Suasana haru, damai, dan penuh khidmat menyelimuti
pelataran serta Masjid At-Taubah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB
Kalabahi pada pagi hari perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Seluruh jajaran
pegawai beserta warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang beragama Islam berkumpul
bersila, menyatukan saf, dan menggemakan takbir tanda kebesaran Allah SWT.
Pelaksanaan Salat Idul Adha tahun ini menjadi momentum berharga untuk terus
merajut tali persaudaraan di balik jeruji besi, Rabu (27/05).
Bertindak sebagai imam sekaligus pengkhotbah dalam ibadah suci kali ini
adalah Ustaz Hamid Niwang. Dalam khotbahnya yang menyentuh hati, beliau
menekankan pentingnya memaknai esensi kurban sebagai bentuk ketaatan mutlak dan
keikhlasan, mengambil teladan dari kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS.
"Momentum Idul Adha bukan sekadar tentang menyembelih hewan kurban semata,
melainkan menyembelih ego, amarah, dan sifat-sifat buruk dalam diri kita. Bagi
saudara-saudaraku warga binaan, ruang terbatas ini adalah waktu terbaik untuk
bertobat, bersabar, dan menempa diri kembali menjadi pribadi yang jauh lebih
baik di hadapan Tuhan," pesan Ustaz Hamid.
Kepala Lapas (Kalapas) Kalabahi, M. Arfandy, yang turut hadir berbaur di
tengah-tengah warga binaan, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya
ibadah ini dengan aman dan tertib. Ia menegaskan bahwa kegiatan keagamaan
adalah fondasi utama rehabilitasi. "Idul Adha mengajarkan kita tentang
keikhlasan tanpa batas. Kami berharap melalui ibadah ini, para warga binaan
dapat meresapi nilai pengorbanan tersebut sehingga memperkuat tekad mereka
untuk berubah. Di Lapas Kalabahi, kami fokus pada pemulihan rohani agar mereka
memiliki bekal iman yang kuat saat kembali ke masyarakat nanti," ungkap M.
Arfandy.
Kegiatan Salat Id ditutup dengan momen saling bersalaman dan bermaaf-maafan antara petugas dan warga binaan. (Humas_FW)







0 komentar:
Posting Komentar