Kalabahi, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kalabahi
melaksanakan kegiatan sosialisasi penyakit malaria bekerja sama dengan
Puskesmas Mebung. Kegiatan yang digelar di Aula Lapas Kelas IIB Kalabahi ini
diikuti oleh seluruh pegawai, peserta magang, serta warga binaan pemasyarakatan
sebagai bagian dari upaya peningkatan kesadaran dan kewaspadaan terhadap
penyakit malaria, Jum'at (19/12).
Sosialisasi disampaikan oleh empat orang tenaga kesehatan dari Puskesmas
Mebung yang memberikan penjelasan mengenai pengertian malaria, proses
penularan, gejala yang perlu diwaspadai, serta langkah-langkah pencegahan yang
dapat dilakukan di lingkungan sehari-hari. Dalam pemaparannya, para tenaga
kesehatan menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menghindari
genangan air, serta menggunakan langkah perlindungan diri guna memutus rantai
penularan malaria yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan
pemeriksaan kesehatan melalui pengambilan sampel darah. Pemeriksaan darah
tersebut bertujuan untuk mendeteksi secara dini kemungkinan adanya malaria,
khususnya di lingkungan pemasyarakatan yang memiliki interaksi intensif
antarindividu. Proses pemeriksaan berjalan tertib dan lancar dengan dukungan
penuh dari petugas lapas serta partisipasi aktif para peserta.
Pelaksana Tugas Kepala Lapas Kelas IIB Kalabahi, Roby Eduard Therik, dalam
keterangannya menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dengan
Puskesmas Mebung. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif
yang sangat penting dalam menjaga kesehatan seluruh penghuni lapas. “Kami
berkomitmen untuk terus memperhatikan aspek kesehatan, baik bagi pegawai maupun
warga binaan. Melalui sosialisasi dan pemeriksaan ini, diharapkan pengetahuan
tentang malaria meningkat dan risiko penularan dapat diminimalisasi,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu tenaga kesehatan dari Puskesmas Mebung, Ria
Lapekoli, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi
juga sebagai bentuk deteksi dini. “Pemeriksaan darah memungkinkan kami
mengetahui kondisi kesehatan peserta secara langsung. Jika ditemukan indikasi
malaria, penanganan dapat segera dilakukan agar tidak berkembang dan menular,”
jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Kalabahi bersama Puskesmas Mebung menunjukkan sinergi nyata dalam mendukung upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas kesehatan di lingkungan pemasyarakatan. (Humas_FW)







0 komentar:
Posting Komentar