Kalabahi, NFO_PAS - Sebagai bagian dari penguatan program pembinaan kemandirian berbasis pertanian, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kalabahi terus menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi warga binaan. Salah satunya melalui program kerja peserta magang Pembina Kemandirian (Pertanian) yang dilaksanakan di Kebun Lapas Kelas IIB Kalabahi dengan fokus pada Budidaya Tanaman Kacang Panjang Varietas Guarda bersama Warga Binaan, Kamis (22/01).
Program ini digagas dan dilaksanakan oleh tiga peserta magang, yakni Heribertus Beldi, Dionis Kayus Tatini, dan Firda A. U. Cahyamuhairam. Kegiatan tersebut meliputi tahapan pengolahan lahan, penyemaian benih, penanaman, perawatan tanaman, hingga pengendalian hama secara ramah lingkungan. Seluruh proses dilakukan dengan melibatkan warga binaan secara aktif, sehingga mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga pelaku utama dalam kegiatan pertanian produktif.
Kepala Lapas Kelas IIB Kalabahi, M. Arfandy, menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi para peserta magang. Menurutnya, program ini sejalan dengan tujuan pemasyarakatan yang menitikberatkan pada pembinaan dan pemberdayaan. “Budidaya kacang panjang ini bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, tetapi menjadi sarana transfer pengetahuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah bebas nanti,” ujarnya.
Salah satu warga binaan yang merasakan langsung manfaat program ini, berinisial S.S., mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberinya pengalaman baru. “Saya jadi paham cara bertani yang benar dan produktif. Ilmu ini sangat berguna untuk bekal hidup saya ke depan,” tuturnya.
Melalui program budidaya kacang panjang varietas Guarda ini, Lapas Kelas IIB Kalabahi menunjukkan komitmennya dalam menciptakan pembinaan yang berkelanjutan, produktif, dan berorientasi pada masa depan warga binaan. (Humas_YP)

.jpeg)
.jpeg)







0 komentar:
Posting Komentar