This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 29 September 2023

WARGA BINAAN MUSLIM LAPAS KALABAHI PERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW DENGAN PENUH KHIDMAT

Kalabahi, INFO _PAS - Warga binaan Muslim Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kalabahi memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1445 Hijriyah, Jumat (29/09).

Kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini dilaksanakan di Masjid At-Taubah Lapas Kalabahi dengan penuh khidmat, dan diikuti juga oleh seluruh pegawai yang beragama Islam.

Pelaksanaannya, mendapatkan dukungan penuh dari Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Nusa Tenggara Timur (NTT), Marciana D. Jone.


Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an oleh warga binaan, dan dilanjutkan dengan sambutan mewakili Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kalabahi, Yusup Gunawan, oleh Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Keamanan, Ismail Dusu, yang juga selaku Ketua Takmir Masjid At-Taubah.

Dalam sambutannya, Ismail menyampaikan selamat datang kepada Ustadz Tamrin Koho serta mengimbau seluruh warga binaan agar mengikuti kegiatan tersebut dengan baik.

"Saya mewakili Kalapas menyampaikan selamat datang kepada Ustadz Tamrin Koso yang telah meluangkan waktu untuk bersama-sama warga binaan Lapas Kalabahi memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kepada seluruh warga binaan saya imbau agar dapat mengikuti kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini dengan baik sampai selesai," ujar Ismail.

Acara dilanjutkan dengan Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW yang disampaikan oleh Ustadz Tamrin Koso.

Dalam penyampaiannya, Ustadz Tamrin Koso menyampaikan pentingnya mensyukuri Nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, dan menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai Suri Tauladan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita sebagai Makhluk ciptaan Allah SWT harus selalu mensyukuri dan selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Apapun yang diberikan harus tetap di syukuri serta menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai Suri Tauladan bagi kita semua, dari bangun dan kembali tidurnya adalah contoh bagi kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari," ungkap Ustadz Tamrin.

Kegiatan diakhiri dengan Do'a yang dipimpin oleh Ustadz Tamrin Koso serta dilanjutkan dengan foto dan santap camilan bersama. (Humas_MH)

Rabu, 20 September 2023

TINGKATKAN KEDISIPLINAN PEGAWAI DAN KEAMANAN LAPAS, 2 PEJABAT PENGAWAS LAPAS KALABAHI SOSIALISASIKAN APLIKASI 'STRIKE DAN 'SiMANTEL'



Kalabahi, INFO_PAS - Dua orang pegawai yang mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kalabahi telah aktif membagikan pengetahuan tentang penggunaan dua aplikasi penting, yaitu "Sistem Informasi Penilaian Kedisplinan Pegawai" (STRIKE) dan aplikasi "Sistem Informasi Kontrol Keliling Online" (SiMANTEL) kepada seluruh pegawai, Rabu (20/09). Sosialisasi ini adalah langkah penting dalam rangka meningkatkan kedisiplinan pegawai dan keamanan di Lapas Kalabahi.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan pada pukul 08.30 WITA di Aula Lapas Kalabahi. Kedua peserta PKP yang menjadi fasilitator dan pembicara dalam sosialisasi ini adalah Kepala Subbagian (Kasubbag) Tata Usaha  (TU), Putu Perdana, dan Kepala Seksi (Kasi) Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Adm Kamtib), Yesriel K.I. Bana.


Salah satu tujuan dari sosialisasi ini adalah memberikan pemahaman kepada seluruh pegawai Lapas  Kalabahi tentang penggunaan aplikasi STRIKE. Putu Perdana, pembuat aplikasi STRIKE, memaparkan aplikasi ini sebagai sebuah alat yang akan sangat berguna dalam meningkatkan kedisiplinan pegawai. Aplikasi STRIKE memungkinkan pencatatan kehadiran pegawai secara lebih akurat dan efisien. Selain itu, aplikasi ini juga akan digunakan sebagai acuan dalam pemberian reward dan punishment kepada pegawai.

Putu Perdana mengungkapkan, "Aplikasi STRIKE memiliki potensi besar untuk memberikan perubahan positif dalam tata kelola kepegawaian  Lapas Kalabahi. Dengan pencatatan kehadiran yang lebih akurat, kita dapat memastikan bahwa semua pegawai hadir sesuai jadwal, yang pada akhirnya akan membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih disiplin dan produktif."

Sementara itu, Yesriel K. I. Bana, yang merupakan pembuat aplikasi SiMantel, menjelaskan tujuan utama dari aplikasinya. Aplikasi SiMantel dirancang untuk mengoptimalkan sistem kontrol keliling pada blok hunian dan area di dalam Lapas dengan lebih akurat karena terkontrol secara online dan terjadwal. Aplikasi ini memungkinkan petugas keamanan Lapas untuk mengawasi dengan lebih efektif, yang pada gilirannya akan meningkatkan tingkat keamanan di dalam Lapas.

Yesriel menjelaskan, "Tujuan utama pembuatan aplikasi SiMantel adalah untuk meningkatkan keamanan Lapas Kalabahi. Dengan pengawasan yang lebih efisien dan terjadwal, kami berharap dapat mencegah potensi insiden dan memastikan bahwa Lapas ini berfungsi dengan baik dalam menjalankan tugasnya."

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kalabahi, Yusup Gunawan, yang pada hari sosialisasi tersebut tidak bisa hadir, tetapi memberikan dukungannya penuh terhadap kegiatan ini.

Ia menyatakan bahwa ide dari kedua aplikasi tersebut sangat relevan dan berguna di Lapas Kalabahi. Dukungannya menunjukkan pentingnya inovasi dalam tata kelola Lembaga Pemasyarakatan untuk memastikan keamanan dan kedisiplinan.

“Saya ingin menekankan dukungan penuh saya terhadap kegiatan ini. Saya meyakini bahwa ide dari kedua aplikasi tersebut sangat relevan dan bermanfaat bagi Lapas Kalabahi. Dukungan saya mencerminkan pentingnya inovasi dalam tata kelola di dalam Lapas, yang merupakan kunci untuk memastikan keamanan dan disiplin di dalamnya,” ujar Yusup.

 

Sosialisasi ini juga sesuai amanat sebelumnya dari Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Nusa Tenggara Timur (NTT), Marciana D. Jone.

Marciana mendorong seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dan Imigrasi yang berada di bawah naungan Kanwil Kemenkumham NTT untuk mengadopsi teknologi dan inovasi dalam menjalankan tugasnya.

Langkah-langkah ini merupakan upaya konkret yang diambil oleh Lapas Kalabahi untuk memanfaatkan teknologi guna memperbaiki proses operasional dan meningkatkan efisiensi di dalam lingkungan Lapas.

Dengan aplikasi-aplikasi ini, diharapkan bahwa Lapas Kalabahi akan semakin efektif dalam menjalankan tugasnya dalam mengelola dan menjaga keamanan lingkungan Lapas. Semua ini bertujuan untuk menciptakan sistem yang lebih baik, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif secara keseluruhan. (Humas_AF)

Selasa, 19 September 2023

WARGA BINAAN NASRANI LAPAS KALABAHI ANTUSIAS IKUTI IBADAH BERSAMA PENDETA CALVIN BANGUN


Kalabahi, INFO_PAS - Seluruh warga binaan Nasrani Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kalabahi antusias mengikuti ibadah bersama Pendeta (Pdt) Calvin Bangun, bertempat di Gereja Zoar Lapas Kalabahi, Selasa (19/09). Pdt. Calvin Bangun sendiri merupakan seorang Dosen Teologi Kristen pada Sekolah Tinggi Teologi Reformed Injili Internasional (STTRII) Jakarta Selatan.

Ibadah ini berjalan dengan begitu khidmat dan difasilitasi oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Alor, yang selama ini membantu Lapas Kalabahi dalam memperlancar proses pembinaan kepribadian melalui pelayanan kerohanian bagi warga binaan Nasrani dan warga binaan Muslim.

Mengawali ibadah, Pdt. Calvin Bangun sempat memperkenalkan diri kepada seluruh warga binaan Nasrani dan melangsungkan ibadah singkat yang sangat menggugah hati para warga binaan.

"Kami hadir di tengah bapak/ibu saudara/i di sini untuk menyampaikan atau berbagi sebagian Firman Tuhan dan semoga saudara/i terberkati dan menjadi berkat bagi banyak orang," ujar Pdt. Calvin kepada warga binaan Nasrani sebelum memulai ibadah.

Kegiatan dilanjutkan dengan ibadah. Para warga binaan tampak begitu antusias dan serius mendengar khotbah yang disampaikan sampai selesai.

Ibadah ini diakhiri dengan pembagian bingkisan berupa peralatan Mandi Cuci Kakus (MCK) oleh para Penyuluh Agama Kristen Kantor Kemenag Kabupaten Alor kepada seluruh warga binaan nasrani.




Pelaksana Harian (Plh) Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kalabahi, Putu Perdana, saat ditemui di ruangannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Alor serta seluruh Penyuluh Agama Kristen karena selalu menyediakan atau memfasilitasi Lapas Kalabahi dengan menghadirkan para pelayan rohani untuk memberikan pembinaan kepribadian atau pembinaan rohani bagi warga binaan Nasrasi.

Putu juga menekankan pentingnya warga binaan untuk selalu diberikan pemahaman yang mendalam tentang kerohanian agar mampu berperilaku yang baik dan berakhlak di tengah keluarga dan masyarakat setelah usai menjalani masa pidana di Lapas.

"Melalui pemahaman rohani yang terus ditanamkan setiap hari dalam kehidupan warga binaan kami, baik itu warga binaan Nasrani dan warga binaan Muslim. Diharapkan dapat membawa dampak positif bagi perubahan pola pikir dan perilaku mereka, sehingga setelah selesai menjalani masa pidana, mereka dapat menjadi manusia selalu berperilaku baik dan berakhlak di tengah keluarga dan masyarakat," ujar Putu.

Putu lanjut menjelaskan bahwa terkait hal yang disampaikannya itu adalah sesuai dengan harapan Kalapas Kalabahi, Yusup Gunawan, dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Nusa Tenggara Timur (NTT), Marciana D. Jone.

Diakhir penyampaiannya, Putu berharap agar kerja sama yang sudah terjalin antara Lapas Kalabahi dengan Kantor Kemenag Kabupaten Alor dapat terjaga dan berkelanjutan. (Humas_AN)

 

HADIRI SEMINAR, YUSUP SIAP LAKSANAKAN BUDAYA KERJA ANTI KORUPSI DAN MENANGKAL HOAX DI LAPAS KALABAHI

Kupang, INFO_PAS -  Sebagai wujud tindak lanjut terhadap Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor M.HH-03.PR.01.03 Tahun 2022 tentang Target Kinerja Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Tahun 2023 serta melaksanakan tugas dan fungsi kehumasan dalam mengantisipasi bahaya hoax di tahun politik, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Kalabahi, Yusup Gunawan, mengikuti kegiatan Seminar Strategi Pencegahan Gratifikasi dan Pungutan Liar serta Strategi Kehumasan dalam Mengantisipasi Bahaya Hoax “Si Yahox”, yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (18/09). Seminar tersebut dilaksanakan di Ballroom Hotel Neo by Aston Kupang dan akan berlangsung selama 3 hari sejak hari ini sampai dengan 20 September 2023.

Seminar ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham NTT, Marciana D. Jone, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas), Maliki, para Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas Kanwil Kemenkumham NTT, seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dan Imigrasi di lingkungan Kanwil Kemenkumham NTT, serta para Staf Pelaksana Kanwil Kemenkumham NTT.





Dalam Kegiatan ini, Kakanwil Kemenkumham NTT, Marciana D. Jone, menyematkan Pin Unit Pemberantasan Pungutan Liar (UPP) kepada Kadivpas, Maliki, beserta 2 orang perwakilan Kepala UPT, dan dilanjutkan dengan pemberian peghargaan kepada 3 UPT terbaik yang telah memenuhi kriteria evaluasi penerapan manajemen risiko, yakni Lapas Kelas IIA Kupang, Lapas Kelas IIB Waikabubak, dan Lapas Kelas III Baa.

Selanjutnya, Marciana membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, Marciana menyampaikan bahwa pencegahan korupsi dapat dilakukan dengan kegiatan pengendalian terhadap berbagai tindakan gratifikasi dan pengutan liar. Melalui hal tersebut, dapat menciptakan lingkungan kerja Kanwil Kemenkumham NTT yang transparan dan akuntabel.

Marciana menerangkan bahwa seseorang yang memahami pengertian anti korupsi tentunya akan berlaku sesuai dengan nilai-nilai integritas moral karena sejalan dengan Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, mendukung Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani, serta mengimplementasikan nilai-nilai Good Corporate Governance (GCG).


“Melalui kegiatan ini, saya berharap agar dapat terciptanya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sadar dan memahami dengan benar bahwa Gratifikasi dan Pungutan Liar juga termasuk dalam tindakan korupsi, sehingga penting untuk mengetahui apa bahaya, bentuk-bentuk, dan juga sanksi-sanksi yang akan diterima jika seseorang melakukan tindakan korupsi,” tutur Marciana.

Lebih lanjut, Marciana menjelaskan bahwa dalam tahun politik saat ini, perlu dilakukan deteksi, verifikasi, dan penanganan hoax yang berkaitan dengan isu Hukum dan HAM melalui kerja sama dengan media massa, akademisi, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan komunitas anti hoax agar mampu menyebarkan kontra narasi dan informasi yang benar, akurat, dan berimbang tentang kebijakan dan program kerja Kemenkumham.

“Perlu juga dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya literasi digital, kritisisme informasi, serta etika bermedia sosial yang bertanggung jawab dan menghormati Hak Asasi Manusia, sehingga masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam melaporkan dan menangkal hoax yang merugikan kepentingan umum serta memberikan apresiasi dan penghargaan kepada masyarakat yang berkontribusi dalam pemberantasan hoax,” tegasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan Sosialisasi Budaya Pelayanan Prima oleh narasumber dari Bank Mandiri Cabang Kupang kepada seluruh peserta seminar, dan diharapkan dapat menerapkannya pada satuan kerja masing-masing.

Sementara itu, Kalapas Kalabahi, Yusup Gunawan, berharap seminar ini akan memberikan pandangan dan alat yang berguna bagi setiap unit kerja yang berada di bawah naungan Kanwil Kemenkumham NTT, khususnya Lapas Kalabahi. Dengan komitmen bersama, diharapkan korupsi dapat dicegah dan netralitas ASN tetap terjaga dalam menjalankan tugasnya yang penting dalam melayani masyarakat.

"Kegiatan seminar ini sangat penting dan merupakan antisipasi dini dalam menghadapi banyak tindakan pungutan liar, gratifikasi, dan hoax menjelang pemilu 2024. Kami berharap seminar ini mampu memberikan perubahan bagi setiap unit kerja yang ada di bawah naungan Kanwil Kemenkumham NTT, khususnya Lapas Kalabahi," ujar Yusup.

Selain itu, yusup juga menyatakan bahwa dirinya siap untuk melaksanakan budaya kerja anti korupsi dan menangkal hoax di Lapas Kalabahi.

“Setelah kegiatan ini, saya sebagai pimpinan sangat siap untuk melaksanakan budaya kerja anti korupsi dan berperan aktif dalam menangkal hoax di Lapas Kalabahi. Saya akan kerahkan seluruh jajaran agar mampu melaksanakannya setiap saat, baik di dalam maupun di luar lingkungan kantor,” ujar Yusup.

Diakhir penyampaiannya, Yusup menekankan bahwa peran aktifnya bersama jajaran untuk memberantas korupsi, akan sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan investasi, pertumbuhan ekonomi, pajak, dan menurunkan pengangguran. (Humas_AN)

Senin, 18 September 2023

KERJASAMA LAPAS KALABAHI DAN DISTANBUN KABUPATEN ALOR: TRAKTOR MODERN MENGUATKAN PEMBINAAN KEMANDIRIAN WARGA BINAAN DI BIDANG PERTANIAN


Kalabahi, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kalabahi menerima bantuan pinjaman satu unit traktor modern dari Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Alor, Senin (18/09). Penyerahan bantuan ini merupakan hasil dari kerjasama erat antara Lapas Kalabahi dan Distanbun Kabupaten Alor, yang bertujuan untuk menguatkan program pembinaan kemandirian warga binaan di bidang pertanian.

Turut hadir saat itu, Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Distanbun Kabupaten Alor, Ponciano Correia, yang secara langsung menyerahkan traktor kepada pihak Lapas Kalabahi dan diterima oleh Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Kegiatan Kerja (Giatja), Abdurrahman Haryono, dengan didampingi Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Pelaporan dan Tata Tertib (Laptatib), David H. O. Loa, dan Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan (Regbimkemas), Henok P. Mabilehi.


Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Kalabahi, Yusup Gunawan, saat ditemui di ruangannya menyampaikan rasa hormat dan terimakasih yang besar kepada Kepala Distanbun Kabupaten Alor, Yustus Dopong Abora, atas pemberian bantuan pinjaman tersebut.

"Saya sampaikan rasa hormat dan terimakasih kepada Kepala Distanbun Kabupaten Alor, Pak Yustus atas pemberian bantuan pinjaman traktor kepada kami Lapas Kalabahi. Kerjasama ini adalah contoh nyata bagaimana sektor pertanian dan pemasyarakatan dapat bersinergi untuk menciptakan peluang pembelajaran dan pelatihan bagi warga binaan," ujar Yusup.

Yusup juga menekankan bahwa kehadiran traktor modern ini akan membawa dampak positif bagi kemajuan lahan pertanian warga binaan Lapas Kalabahi dalam mendukung program pemerintah daerah kabupaten Alor, yakni Alor Kenyang, Alor Sehat, Alor Pintar.


Selain itu, program pembinaan kemandirian warga binaan yang melibatkan dukungan Distanbun Kabupaten Alor ini merupakan amanat Kepala Kantor Wilayah (KaKanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Nusa Tenggara Timur (NTT), Marciana D. Jone, kepada seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan untuk selalu melakukan kolaborasi dengan suruh organisasi perangkat daerah di tingkat  kabupaten/kota.

Bantuan traktor ini juga mencerminkan komitmen Lapas Kalabahi dalam menjalankan aktivitas pertanian dan perkebunan secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. Dengan adanya traktor modern, proses pertanian dan perkebunan di Lapas Kalabahi diharapkan akan menghasilkan hasil panen yang lebih baik dan memberikan peluang belajar yang lebih besar bagi warga binaan asimilasi yang terlibat dalam kegiatan ini.

Serah terima traktor ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara Lapas Kalabahi dan Distanbun Kabupaten Alor dapat memberikan manfaat besar bagi warga binaan serta memajukan sektor pertanian di Kabupaten Alor.

Kedepannya, Lapas Kalabahi berharap dapat menjalankan aktivitas pertanian dan perkebunan secara lebih baik lagi, dengan berkomitmen untuk meningkatkan program asimilasi yang akan  membantu warga binaan untuk kembali menjadi warga masyarakat yang produktif, inovatif, dan berkontribusi bagi daerah. (Humas_AF)

GELAR UPACARA HARI KESADARAN NASIONAL, KALAPAS KALABAHI AJAK JAJARAN BERSIKAP NETRAL DALAM PEMILU 2024



Kalabahi, INFO_PAS - Dalam rangka memperingati Hari Kesadaran Nasional, Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Kelas IIB Kalabahi menggelar upacara dengan penuh khidmat, Senin (18/09). Upacara yang rutin diselenggarakan setiap bulan pada tanggal 17 ini diadakan di Lapangan Upacara Lapas Kalabahi pukul 07.30 WITA.


Upacara tersebut dihadiri oleh seluruh Pejabat Struktural, Staf Pelaksana, dan warga binaan Pramuka Lapas Kalabahi.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kalabahi, Yusup Gunawan, menjadi Inspektur Upacara dalam kegiatan ini. Kegiatan ini bertujuan untuk memupuk dan memperkokoh sifat nasionalisme di antara para pegawai Lapas Kalabahi.

Dalam amanat yang disampaikan, Yusup mengajak seluruh jajaran pegawai Lapas Kalabahi untuk memelihara netralitas dan tidak memihak kepada pasangan calon manapun dalam Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan diadakan pada tahun 2024 mendatang. Ajakan ini sejalan dengan semangat demokrasi yang berkembang di Indonesia, di mana netralitas menjadi prinsip utama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).


“Saya  ingatkan saudara-saudara sekalian untuk menggali kembali makna dari Hari Kesadaran Nasional ini. Pentingnya untuk kita dapat menjaga semangat nasionalisme sebagai landasan bagi pemberian pelayanan publik yang berkualitas. Mari kita semua jajaran Lapas Kalabahi untuk selalu bersikap dan menjaga netralitas dalam momen  politik saat, khususnya dalam menyambut pesta demokrasi atau Pemilihan Umum yang akan dilaksanakan tahun 2024 Karena netralitas adalah kunci dalam memastikan Pemilu yang adil dan berkualitas," ujar Yusup.

Dalam rangkaian upacara, Yusup juga memberikan Penghargaan Satyalancana Karya Satya 10 tahun pengabdian sebagai ASN kepada seorang pegawai Lapas Kalabahi atas nama, Danang M. Hadi. Melalui penghargaan tersebut Yusup berharap agar ASN yang dimaksud dapat lebih lagi melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab penuh loyalitas dan berdedikasi kepada bangsa dan negara.

Upacara Peringatan Hari Kesadaran Nasional ini juga mendapat perhatian dari Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Nusa Tenggara Timur (NTT), Marciana D. Jone. Marciana menekankan tentang pentingnya upacara ini dalam membangun kesadaran seluruh ASN Lapas Kalabahi agar tidak sekali kali melupakan sejarah dan mengingat perjuangan para pendahulu bangsa.

Dengan diadakannya upacara ini,  diharapkan dapat membentuk tradisi yang positif dan membangun semangat nasionalisme yang tinggi di kalangan jajaran pegawai Lapas Kalabahi. Upacara serupa akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen Lapas Kalabahi dalam membangun semangat nasionalisme menuju ke arah yang lebih baik. (Humas_AF)

Kamis, 14 September 2023

KALAPAS KALABAHI TERIMA KUNJUNGAN BELAJAR SISWA-SISWI SD KRISTEN GIDION DI KEBUN SAE WARGA BINAAN


Kalabahi, INFO_PAS – Dalam rangka mendukung metode pembelajaran anak Sekolah Dasar (SD), Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Kalabahi, Yusup Gunawan, menerima kunjungan belajar dari Siswa-Siswi Kelas 3 SD Kristen Gidion Kalabahi yang saat itu didampingi Guru Wali Kelas mereka, Diana Abola, di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) warga binaan, Kamis (14/09).

Tindakan yang dilakukan Kalapas Kalabahi ini, mendapatkan apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Nusa Tenggara Timur (NTT), Marciana D. Jone.

Mengawali kegiatan, Diana Abola menyampaikan bahwa tujuan mereka membawa Siswa-Siswi Kelas 3 SD Kristen Gidion ke Kebun SAE warga binaan Lapas Kalabahi adalah untuk belajar lebih mendalam tentang Pertumbuhan Makhluk Hidup.

Ia juga menyampaikan hal yang melatarbelakangi dirinya sebagai Guru Wali Kelas dan pihak sekolah memilih Kebun SAE warga binaan Lapas Kalabahi sebagai objek pembelajaran karena Kebun SAE merupakan salah satu perkebunan di Kabupaten Alor yang menyediakan berbagai macam tanaman yang dapat membantu pihak sekolah untuk memperkenalkan kepada siswa-siswi mereka.

“Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi warga binaan Lapas Kalabahi sangat cocok sebagai media pembelajaran siswa-siswi kami. Kebanyakan dari mereka tahu nama-nama tanaman, baik itu sayur-mayur dan tanaman lainnya. Namun, mereka belum tahu bentuk dan jenis tanamannya seperti apa, sehingga kami memprogramkan pembelajaran lapangan dan memilih lokasinya di sini,” ujar Diana.

Lebih lanjut, Diana berharap agar Kalapas Kalabahi dan jajaran serta para warga binaan yang melaksanakan asimilasi di kebun tersebut, dapat menerima dan membantu siswa-siswi dalam memberikan informasi terkait berbagai jenis tanaman yang ada serta proses penanaman dan perawatannya.




Sementara itu, Kalapas Kalabahi, Yusup Gunawan, dengan senang hati menyampaikan bahwa ia bersama jajaran serta warga binaan siap menerima dan membantu memfasilitasi para Siswa-Siswi Kelas 3 SD Kristen Gidion Kalabahi dengan memberikan informasi terkait berbagai jenis tanaman yang ada di Kebun SAE serta proses penanaman sampai pada perawatannya.

“Kami bangga jika keberadaan Sarana Asimilasi dan Edukasi warga binaan Lapas Kalabahi dapat dijadikan sebagai media pembelajaran oleh pihak SD Kristen Gidion Kalabahi karena sesungguhnya kehadiran SAE ini tidak hanya untuk mengedukasi warga binaan Lapas Kalabahi, tetapi menjadi wadah yang dapat mengedukasi seluruh masyarakat di Kabupaten Alor yang ingin belajar tentang ilmu pertanian atau cara bercocok tanam yang baik dan benar,” tutur Yusup.

Yusup juga menekankan pentingnya ilmu pertanian diberikan sedini mungkin kepada anak-anak, terlebih siswa-siswi SD karena menurutnya, pertanian adalah salah satu kegiatan yang lebih dekat dengan masyarakat dan gampang dilakukan. Selain itu, kebanyakan masyarakat Kabupaten Alor memiliki profesi sebagai petani.

“Sebelumnya, perlu kami sampaikan bahwa kegiatan pembelajaran seperti ini sudah sering dilakukan oleh anak-anak kita dari beberapa Taman Kanak-Kanak atau TK yang ada di Kabupaten Alor ini. Jadi, bagi adik-adik siswa-siswi SD Kristen Gidion Kalabahi, nantinya akan diarahkan oleh petugas kami untuk bertemu saudara-saudara warga binaan dan bisa langsung mewawancarai atau bertanya banyak hal seputar tanaman kepada mereka,” jelasnya.




Kegiatan dilanjutkan dengan siswa-siswi SD Kristen Gidion Kalabahi bertemu para warga binaan yang sedang bekerja dan mewawancarai mereka. Para warga binaan memperkenalkan seluruh jenis tanaman yang ada di Kebun SAE serta proses penanaman sampai pada perawatannya. Mereka juga memberikan informasi tentang waktu panen, sumber air yang digunakan untuk menyiram, serta hasil jualan sayur-mayur per minggu.

Diakhir kegiatan, Siswa-Siswi tersebut berbagi kasih dengan para warga binaan. Mereka menyiapkan dan memberikan camilan untuk dikonsumsi warga binaan. (Humas_AN)
 


KALAPAS KALABAHI TERIMA KUNJUNGAN DANDIM 1622/ALOR DI KEBUN SARANA ASIMILASI DAN EDUKASI WARGA BINAAN



Kalabahi, INFO_PAS – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Kalabahi, Yusup Gunawan, menerima kunjungan dari Komandan Distrik Militer (Dandim) 1622/Alor, Letkol Inf Amir Syarifudin, di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) warga binaan, Kamis (14/09). Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara Lapas Kalabahi dan Komando Distrik Militer (Kodim) 1622/Alor dalam rangka mendukung program pembinaan kemandirian warga binaan di bidang pertanian.

Mengawali kunjungan Dandim 1622/Alor, Kalapas Kalabahi, Yusup Gunawan, menyampaikan terima kasih atas kunjungan tersebut dan mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara pihak Lapas Kalabahi dan Kodim 1622/Alor dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pemulihan dan pendidikan warga binaan melalui program pembinaan kemandirian yang dilaksanakan Lapas Kalabahi.

“Terimakasih Pak Dandim sudah berkunjungan melihat Sarana Asimilasi dan Edukasi warga binaan kami. Kolaborasi antara Lapas Kalabahi dan Kodim 1622/Alor sangat penting bagi pelaksanaan tugas dan fungsi kami di bidang pembinaan. Semoga dengan kehadiran Pak Dandim di sini, dapat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi pemulihan dan pendidikan para warga binaan yang kami asimilasikan di tempat ini,” ujar Yusup.

Lebih lanjut, Yusup berharap melalui kolaborasi yang sudah terjalin, para warga binaan Lapas Kalabahi yang mengikuti pembinaan kemandirian di kebun tersebut, dapat bekerja dengan maksimal, merasa aman dari pengaruh negatif lingkungan sekitar, membawa dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Alor, dan memperoleh kemampuan yang lebih di bidang pertanian karena menurutnya, kehadiran Kebun SAE ini untuk memberikan edukasi berupa pelatihan keterampilan kepada warga binaan di bidang pertanian.




Sementara itu, Dandim 1622/Alor, Letkol Inf Amir Syarifudin, mengatakan bahwa SAE Lapas Kalabahi berkembang sangat pesat serta menyediakan berbagai jenis tanaman sayur-mayur. Ia juga mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Lapas Kalabahi dalam melaksanakan program pembinaan kemandirian ini, dan menyatakan kesiapannya untuk terus mendukung program-program positif seperti ini guna membantu warga binaan agar dapat kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif.

“Saya sangat mengapresiasi gebrakan luar biasa yang dilakukan Lapas Kalabahi. Kami TNI tentunya akan terus mendukung program-program positif seperti ini karena dengan ini, dapat membantu saudara-saudara kita warga binaan untuk dapat menjadi anggota masyarakat yang produktif setelah selesai menjalani masa pidana,” tutur Letkol Inf Amir.

Letkol Inf Amir juga berkesempatan melihat langsung berbagai aktivitas yang dilakukan oleh warga binaan di kebun ini, seperti penyamaian bibit, penanaman tanaman, perawatan, dan pelatihan pertanian.

Selain itu, Letkol Inf Amir menyempatkan diri untuk berdialog dengan beberapa warga binaan yang sedang bekerja saat itu. Dalam dialog tersebut, ia menanyakan terkait proses penanaman sayur-mayur serta tanaman lainnya sampai pada proses pemberian pupuk.

Dalam dialog dimaksud, narapidana juga sempat menyampaikan pengalaman mereka selama menjalani program pembinaan kemandirian di Lapas Kalabahi dan berharap dapat memiliki keterampilan yang bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat.

Kunjungan ini diakhiri dengan Kalapas Kalabahi dan Dandim 1622/Alor bersepakat untuk terus memperkuat kerja sama dalam mendukung program pembinaan kemandirian narapidana di bidang pertanian, sehingga para narapidana dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik dan berkontribusi positif.

Hal ini sejalan dengan harapan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Nusa Tenggara Timur (NTT), Marciana D. Jone, yang selalu menginstruksikan seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan agar dapat berkolaborasi dengan berbagai stakeholder dalam memperlancar pelaksanaan pembinaan terhadap warga binaan. (Humas_AN)

 

Selasa, 12 September 2023

KONSISTENSI PENGGELEDAHAN RUTIN: LAPAS KALABAHI KOMITMEN MENJAGA INTEGRITAS, KEAMANAN, DAN KETERTIBAN

Kalabahi, INFO_PAS - Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kalabahi menjalankan operasi penggeledahan rutin, Selasa (12/09). Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 07.15 hingga 08.15 WITA di seluruh blok hunian.

Sebelum melaksanakan penggeledahan, kegiatan ini dimulai dengan apel persiapan yang dipimpin oleh Yesriel K. I. Bana, selaku Kepala Seksi (Kasi) Administrasi Keamanan dan Ketertiban  (Adm Kamtib) sekaligus sebagai Ketua Tim Penggeledahan. Apel tersebut juga dihadiri oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka KPLP), David H. O. Loa, Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Keamanan, Ismail Dusu, dan seluruh Anggota Regu Pengamanan (Rupam) IV.


Setelah apel persiapan, penggeledahan dimulai dengan petugas melakukan penggeledahan badan terhadap seluruh warga binaan serta melakukan inspeksi barang-barang di dalam kamar-kamar hunian warga binaan. Penggeledahan ini dilakukan di Blok Anggrek, Blok Bugenvil, serta Blok Cempaka. Tujuannya adalah untuk memastikan tidak ada barang-barang terlarang atau instalasi listrik yang dipasang secara ilegal di dalam blok hunian.

Hasil dari penggeledahan kamar hunian yang ada, ditemukan sejumlah barang terlarang, antara lain  paku, silet, kaca, piring, pemantik, dan sendok besi. Hasil temuan ini menjadi perhatian serius karena memiliki potensi yang dapat  mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas. Maka dari itu, Lapas Kalabahi melakukan pemusnahan terhadap barang-barang tersebut.


Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kalabahi, Yusup Gunawan, saat memantau kegiatan tersebut menjelaskan bahwa operasi penggeledahan ini merupakan bentuk deteksi dini yang diterapkan oleh Lapas Kalabahi untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.

Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi penggeledahan ini merupakan instruksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Reynhard S. P. Silitonga, yang diingatkan secara rutin oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Nusa Tenggara Timur (NTT), Marciana D. Jone.

Dalam pernyataannya, Yusup menyatakan harapannya agar penggeledahan semacam ini tidak hanya dilakukan secara rutinitas semata, tetapi dapat menjadi salah satu kegiatan yang mendapatkan perhatian khusus untuk dilaksanakan secara teliti dan penuh tanggung jawab. Upaya ini sejalan dengan komitmen Lapas Kalabahi  untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tertib, serta mencegah penyelundupan barang-barang terlarang masuk ke dalam Lapas.



“Saya berharap operasi penggeledahan rutin ini tidak hanya sebagai kegiatan yang dilakukan secara rutinitas untuk pemenuhan laporan setiap bulannya saja, tetapi dapat dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab yang tinggi dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas. Untuk itu, saya selalu ingatkan tim penggeledahan agar melakukan pemusnahan terhadap barang-barang yang ditemukan dan selanjutnya,  melakukan penyeledikan lebih mendalam sehingga dapat diketahui sumber atau asal barang-barang tersebut ,” ujar Yusup.

Sebagai bentuk tindak lanjut yang mendalam dari operasi penggeledahan ini, selain dilakukan pemusnahan terhadap barang-barang terlarang yang ditemukan, Lapas Kalabahi melakukan penyelidikan terkait dengan asal muasal masuknya barang-barang tersebut. Langkah-langkah ini menunjukan bahwa Lapas Kalabahi konsisten menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas, keamanan, dan ketertiban sebagai Lapas  yang mengedepankan standar keamanan yang tinggi. (Humas_AF)

LAPAS KALABAHI DATANGKAN PETUGAS PPL DISTANBUN KABUPATEN ALOR UNTUK BERIKAN EDUKASI BERCOCOK TANAM BAGI NARAPIDANA ASIMILASI


Kalabahi, INFO_PAS – Dalam rangka mempersiapkan narapidana asimilasi agar mampu bercocok tanam di lahan pertanian yang baru dibuka serta untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan mereka di bidang pertanian, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kalabahi mendatangkan Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Alor, Ponciano Correia, untuk memberikan edukasi bercocok tanam, Selasa (12/09). Hadir pula dalam kegiatan ini, Kepala Distanbun (Kadistanbun) Kabupaten Alor, Yustus Dopong Abora.

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Nusa Tenggara Timur (NTT), Marciana D. Jone.

Mengawali kegiatan, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kalabahi, Yusup Gunawan, yang saat itu didampingi Kepala Seksi (Kasi) Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Adm Kamtib), Yesriel K. I. Bana, dan Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Kegiatan Kerja (Giatja), Abdurrahman Haryono, menyampaikan rasa hormat dan terimakasih kepada Kadistanbun Kabupaten Alor dan Petugas PPL yang sudah memberikan dukungan dalam pelaksanaan program kemandirian narapidana Lapas Kalabahi di bidang pertanian.

Yusup mengatakan bahwa kegiatan edukasi yang dilakukan oleh Petugas PPL Distanbun Kabupaten Alor terhadap narapidana asimilasi merupakan kegiatan yang mempersiapkan narapidana untuk mampu dan terampil dalam bercocok tanam.



Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan sekali saja, tetapi akan dilaksanakan secara terus menerus, mengingat narapidana yang akan dipekerjakan baru saja menjalani asimilasi kegiatan kerja dan ditempatkan pada lahan pertanian yang baru dibuka beberapa waktu lalu, tepat berada di samping kiri bangunan Lapas Kalabahi.

Yusup menegaskan bahwa selama aktivitas bercocok tanam berlangsung, pelaksanaannya akan selalu dipantau oleh Petugas PPL dan Petugas Pengawal, Moe K. Moka, yang ditugaskan untuk mengawal narapidana asimilasi yang bekerja pada lahan pertanian dimaksud.

“Selama bekerja di kebun ini, saudara-saudara akan secara terus menerus dipantau dan diarahkan oleh Pak Ponciano selaku Petugas PPL di sini dan juga akan diawasi oleh Pak Moe. Mohon untuk didengar arahannya dan dilaksanakan, sehingga saudara-saudara dapat semakin paham, mampu, dan terampil,” ujar Yusup kepada narapidana asimilasi.

Yusup juga menyampaikan bahwa lahan pertanian yang baru dibukanya itu, akan ditanam dengan berbagai tanaman holtikultura, yakni tanaman ubi kayu, pisang barangan, lombok, semangka, dan bawang merah.

“Saya harap saudara-saudara dapat mengikuti pembinaan kemandirian ini dengan baik karena melalui proses ini, saudara-saudara akan dibentuk menjadi manusia yang berdaya guna bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat Kabupaten Alor,” pintanya.

Sementara itu, Kadistanbun Kabupaten Alor, Yustus Dopong Abora, memberikan dukungan dan penghargaan yang besar kepada Kalapas Kalabahi dan jajaran yang secara terus menerus mendukung program Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Alor, yakni Alor Kenyang, Alor Sehat, dan Alor Pintar.

“Saya akan sangat mendukung program pembinaan kemandirian narapidana di sini. Segala hal yang berkaitan dengan bibit dan lain sebagainya, akan saya support. Nanti, akan kami datangkan alat traktor yang besar untuk menggarap bagian-bagian lahan yang belum disentuh,” ucap Yustus.

Selanjutnya, Petugas PPL, Ponciano Correia, menyampaikan bahwa ia sangat bangga dengan narapidana Lapas Kalabahi karena selalu mempunyai nama yang besar di Kabupaten Alor. Hal tersebut disampaikannya karena menurutnya, hampir seluruh masyarakat Kabupaten Alor selalu menceritakan hasil karya narapidana Lapas Kalabahi yang sangat luar biasa di bidang pertanian.

“Orang-orang selalu sampaikan kepada saya bahwa narapidana Lapas Kalabahi itu pekerja keras. Kami tahu bahwa mereka orang bermasalah tetapi mereka kerja kasih makan banyak orang di Kabupaten Alor ini. Ini artinya bahwa saudara-saudara saya, narapidana di Lapas Kalabahi memiliki potensi yang besar untuk membangun Kabupaten Alor,” tutur Ponciana saat menyampaikan pendapat masyarakat Kabupaten Alor tentang narapidana Lapas Kalabahi.

Ponciana lanjut menjelaskan bahwa di Kabupaten Alor, ada 3 komoditas perkebunan yang harus di kembangkan, sehingga tidak diimpor dari luar daerah, yakni lombok, semangka, dan bawang merah.

Menurutnya, ketiga komoditas perkebunan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kabupaten Alor. Ia berharap narapidana Lapas Kalabahi dapat menyediakannya dengan bercocok tanam yang baik, sehingga mendapatkan hasil yang banyak, berkualitas, dan memperoleh pendapatan yang besar.

Ia juga menyampaikan bahwa narapidana Lapas Kalabahi harus mampu bercocok tanam ubi kayu dan pisang barangan secara baik dengan teknik yang benar, sehingga mampu bersaing dengan daerah lain. Narapidana diharapkan dapat memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemauan yang besar untuk bercocok tanam.



“Dalam bersaing untuk kemajuan itu, kita harus mampu melihat kemajuan daerah lain. Secara kuantitas dan kualitas hasil tanaman kita harus lebih dari daerah lain, sehingga hasil tanaman yang kita peroleh dapat diimpor ke luar daerah. Salah satunya, pisang barangan. Kita harus mampu menghasilkan pisang yang banyak serta buahnya besar dan manis,” jelasnya.

Ponciana melanjutkannya dengan memberikan edukasi tentang teknik-teknik bercocok tanam yang baik dari berbagai jenis tanaman yang akan ditanam dalam lahan pertanian yang disiapkan Lapas Kalabahi, dan mengharapkan para narapidana agar dapat berkerja dengan tulus dan ikhlas untuk memperoleh ilmu di bidang pertanian tanpa adanya unsur-unsur keterpaksaan, sehingga dapat diterapkan setelah selesai menjalani masa pidana.

Usai penyampaiannya, kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan bedeng dan penyemaian bibit oleh narapidana yang saat itu diarahkan langsung oleh Petugas PPL dan diawasi oleh Petugas Pengawal. (Humas_AN)